Iran Vs Amerika Memanas
AS Blokir Selat Hormuz Imbas Negosiasi ke Iran Gagal, Trump: All or None!
Trump menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran melakukan perdagangan minyak secara selektif.
Lewat platform X, ia menekankan bahwa niat baik seharusnya dibalas dengan niat baik, bukan permusuhan.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut ambisi hegemoni AS sebagai penghalang utama perdamaian saat berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Di sisi lain, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan ditangani secara keras, meski mereka mengeklaim selat tetap terbuka bagi kapal sipil yang patuh aturan.
Dampak Ekonomi Global
Pernyataan terbaru Donald Trump tersebut langsung menimbulkan efek reaksi seketika terhadap pasar finansial golal.
Ancaman blokade yang diumumkan Trump ini langsung melecut lonjakan harga komoditas energi secara tajam.
Harga minyak Brent terpantau naik 8 persen menjadi 102 dolar AS per barel atau sekitar Rp1.743.180.
Baca juga: Pakistan Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran yang Rapuh, Ada Apa?
Kenaikan serupa terjadi pada minyak mentah AS yang menyentuh angka 104 dolar AS per barel atau sekitar Rp1.777.360.
Di tingkat konsumen, harga bensin di AS diprediksi akan terus meroket melampaui rata-rata saat ini yang berada di angka 4,12 dolar AS per galon atau sekitar Rp70.410.
(Tribunnews.com/Bobby)