Iran Vs Amerika Memanas
Tak Terima Dikritik Paus Leo XIV, Donald Trump : Dia Itu Orang Lemah!
Sebelumnya, Paus Leo XIV menyebut ancaman Donald Trump untuk "menghapus peradaban Iran" sebagai tindakan sembrono
Ia menyebut ancaman Trump untuk "menghapus peradaban Iran" sebagai tindakan yang benar-benar tidak bisa diterima.
Sri Paus menyebut jatuhnya banyak korban sipil dan hancurnya stabilitas kawasan akibat perang yang dimulai sejak 28 Februari 2026 sebagai sebuah "skandal kemanusiaan".
Melansir dari Vatican News, Paus Leo XIV telah berulang kali mengeluarkan seruan "Cease the fire!" (Hentikan peperangan) sejak Maret 2026,
Paus juga mengajak seluruh umat beriman untuk terus berdoa bagi perdamaian abadi, bukan hanya penghentian sementara kekerasan.
Trump Justru Blokade Selat Hormuz
Sayangnya, harapan Paus Leo XIV agar kedua belah pihak menyelesaikan konflik secara permanen lewat meja perundingan tampaknya harus pupus.
Alih-alih mencapai kesepakatan damai, dialog intensif antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, justru berakhir buntu.
Menanggapi kegagalan negosiasi tersebut, Donald Trump tidak membuang waktu dan langsung mengambil langkah eskalatif ekstrem.
Mulai Senin (13/4/2026) waktu setempat, Trump secara resmi memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz.
Blokade militer di jalur maritim paling strategis di dunia itu secara khusus menargetkan kapal-kapal yang menuju atau berasal dari Iran.
Baca juga: Harga Minyak Brent Meroket di Atas 103 Dolar Per Barel Gara-gara Perintah Blokade Selat Hormuz
Dalam wawancaranya di Fox News "Sunday Morning Futures", Trump menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran melakukan perdagangan minyak secara selektif demi meraup pundi-pundi uang.
"Kita tidak akan membiarkan Iran menghasilkan uang dari penjualan minyak kepada pihak yang mereka sukai saja. Ini akan menjadi all or none (semua atau tidak sama sekali),” tegas Trump menanggapi buntu-nya negosiasi di Islamabad.
Tak hanya memblokir laju perdagangan, Trump juga menginstruksikan militernya untuk menghancurkan ranjau-ranjau Iran di perairan tersebut dan menebar ancaman akan menghancurkan armada Iran yang berani menyerang kapal AS.
Langkah drastis Trump yang berbanding terbalik dengan seruan damai Vatikan ini tak ayal langsung mengguncang pasar finansial dunia.
Ancaman blokade di Selat Hormuz seketika memicu lonjakan tajam harga minyak mentah global, yang diprediksi akan semakin memperburuk situasi ekonomi dan geopolitik dunia di tengah krisis yang membara.
Harga minyak Brent terpantau naik 8 persen menjadi 102 dolar AS per barel atau sekitar Rp1.743.180.
Kenaikan serupa terjadi pada minyak mentah AS yang menyentuh angka 104 dolar AS per barel atau sekitar Rp1.777.360.
Di tingkat konsumen, harga bensin di AS diprediksi akan terus meroket melampaui rata-rata saat ini yang berada di angka 4,12 dolar AS per galon atau sekitar Rp70.410.
(Tribunnews.com/Bobby)