Sabtu, 18 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pernyataan Lengkap Paus Leo XIV yang Memicu Respons Keras Donald Trump

Paus Leo XIV serukan damai di Iran, Trump balas kritik keras. Polemik Vatikan–Gedung Putih memanas di tengah isu perang

Editor: Eko Sutriyanto
youtube/VaticanNews
Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV menyerukan diakhirinya perang di Iran dan mendesak para pemimpin dunia untuk mengedepankan dialog ketimbang kekuatan militer. Ini disampaikan dalam pesan damai yang disampaikan saat doa bersama di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (11/4/2026).  Seruan tersebut kemudian memicu tanggapan beragam, termasuk dari Vatikan sendiri dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melontarkan kritik keras. 

Menurutnya, momen tersebut menjadi simbol penting untuk memperkuat solidaritas global serta mendorong aksi nyata demi perdamaian dunia.

Trump Kritik Keras Pernyataan Paus

Menanggapi pernyataan Paus Leo XIV, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras melalui unggahan di platform Truth Social.

Trump menyebut Paus Leo XIV sebagai sosok yang “lemah terhadap kejahatan” dan “buruk dalam kebijakan luar negeri”.

Ia juga mendesak agar Paus “berbenah” dalam menjalankan perannya.

“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang menganggap tidak masalah bagi Iran memiliki senjata nuklir,” tulis Trump.

Ia menegaskan bahwa Paus seharusnya fokus pada peran spiritual dan tidak mencampuri urusan politik global.

Baca juga: Paus Leo Berduka Imam Maronit Meninggal di Lebanon, Desakan Hentikan Senjata Pembakar Menguat

“Leo harus berbenah sebagai Paus, menggunakan akal sehat, berhenti melayani kelompok kiri radikal, dan fokus menjadi Paus yang hebat, bukan seorang politisi,” ujarnya.

Trump juga mengklaim bahwa terpilihnya Paus Leo XIV—Paus pertama kelahiran Amerika Serikat—tidak lepas dari dinamika politik di Washington.

“Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan,” kata Trump.

Dukungan Umat Katolik AS terhadap Trump Menurun

Di tengah memanasnya ketegangan antara Gedung Putih dan Vatikan, dukungan umat Katolik di Amerika Serikat terhadap Trump dilaporkan mengalami penurunan.

Berdasarkan survei Pew Research Center pada Februari 2026, tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump menurun di berbagai kelompok agama.

Di kalangan Katolik kulit putih, tingkat persetujuan turun dari 59 persen menjadi 52 persen. Sementara di kalangan Katolik Hispanik, angkanya turun dari 31 persen menjadi 23 persen.

Dukungan terhadap agenda Trump juga mengalami penurunan. Pada kelompok Katolik kulit putih, dukungan turun dari 51 persen menjadi 46 persen, sementara pada Katolik Hispanik dari 20 persen menjadi 18 persen.

Selain itu, persepsi bahwa Trump bertindak secara etis dalam jabatannya juga menurun di semua kelompok agama, termasuk umat Katolik. Survei ini melibatkan 8.512 responden dan dilakukan pada 20–26 Januari 2026 dengan margin of error sekitar 1,4 poin persentase.

Citra Paus Leo XIV Justru Menguat

Di sisi lain, citra Paus Leo XIV justru menunjukkan tren positif di mata publik Amerika.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved