Kamis, 11 Juni 2026

Kenapa Dukungan Trump dan JD Vance Gagal Selamatkan Sekutu Mereka dalam Pemilu Hungaria?

Kekalahan Orban juga memberikan sinyal bahwa dukungan dari tokoh besar global bukanlah jaminan keselamatan politik. 

Tayang: | Diperbarui:
Facebook/Viktor Orban
KALAH - Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban (kanan). Gedung Putih begitu menginginkan Orbán tetap berkuasa, sehingga Wakil Presiden JD Vance dikirim ke Hungaria, pekan lalu, dalam upaya menarik pemilih Hongaria yang pada akhirnya mungkin kontraproduktif. 

Dukungan dari elemen-elemen di AS yang cenderung isolasionis justru memperkuat persepsi bahwa Orban membawa Hungaria menjauh dari jantung keamanan kolektif Barat, sebuah langkah yang dianggap berisiko tinggi oleh pemilih.

Peter Magyar dengan cerdik memosisikan partai Tisza sebagai kekuatan yang tetap memegang teguh kedaulatan Hungaria namun tetap kooperatif dengan Uni Eropa

Ia berhasil menghancurkan narasi Orban bahwa siapa pun yang menentang Fidesz adalah "kaki tangan asing". 

Respons Partai Demokrat AS

Bagi sejumlah tokoh Demokrat, kekalahan Orban dianggap sebagai sinyalemen atau pertanda buruk bagi kubu Republik menjelang pemilihan paruh waktu bulan November mendatang di Amerika Serikat.

Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, memberikan peringatan tajam kepada mantan presiden AS tersebut.

"Perhatikan, Donald Trump. Diktator gadungan pada akhirnya akan kehilangan sambutan mereka," kata Schumer.

Sentimen serupa juga disuarakan oleh Pemimpin Minoritas Dewan Perwakilan Rakyat AS, Hakeem Jeffries.

"Otoriter sayap kanan jauh Viktor Orban telah kalah dalam pemilu. Para penjilat Trump dan ekstremis MAGA di Kongres adalah yang berikutnya pada bulan November," ujar Jeffries.

Pengaruh AS meredup di Eropa?

Pertanyaan mengenai apakah pengaruh AS sedang meredup terjawab melalui bagaimana Uni Eropa merespons hasil ini. 

Brussels menyambut kemenangan Magyar dengan optimisme, yang menandakan bahwa Eropa lebih memilih Amerika yang berbicara melalui saluran diplomatik formal dan nilai-nilai demokrasi bersama, daripada Amerika yang mencampuri urusan domestik lewat aliansi partisan. 

Pengaruh AS justru menguat kembali di Eropa saat nilai-nilai demokrasi liberal mendapatkan momentum baru di Budapest.

Kekalahan Orban juga memberikan sinyal kepada para pemimpin populis lainnya di seluruh dunia bahwa dukungan dari tokoh besar global bukanlah jaminan keselamatan politik. 

Kekuasaan pada akhirnya bersifat lokal. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved