Rabu, 3 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Negosiasi dengan Teheran Lanjut Lagi, Trump: Perang Iran Akan Segera Usai

"Jika saya menarik diri dari negosiasi sekarang, mereka (Iran) mungkin butuh waktu 20 tahun untuk membangun kembali negara itu"

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
YouTube Global News
TRUMP AKHIRI PERANG - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan di Ruang Sidang DPR, Gedung Capitol, Washington, Selasa (24/2/2026).Dalam sebuah wawancara bersama Fox Business pada Selasa malam (14/4/2026) waktu setempat, Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran dinilainya sudah berada di ambang penyelesaian, meski kesepakatan resmi belum ditandatangani oleh kedua belah pihak. 

Meski demikian, sumber senior dari Teheran menyebutkan bahwa jadwal pastinya belum ditentukan secara formal.

AS Ingin Iran Berhenti Menyandera Ekonomi Dunia

Di sisi lain, Washington menegaskan posisi kerasnya terkait keamanan jalur perdagangan internasional.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran menyandera stabilitas ekonomi dunia.

Waltz merujuk pada lalu lintas maritim di Selat Hormuz, jalur vital yang menampung sekitar 20 persen aliran minyak dunia sebelum serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

"Iran tidak berhak memilih pemenang dan pecundang dalam ekonomi global. Amerika Serikat yang berhak untuk melakukan hal itu sampai semua jalur kapal terbuka," ujar Waltz dalam wawancara dengan Fox News.

"Jadi, tidak ada kapal yang keluar, atau semua kapal keluar." sambung Waltz.

Baca juga: Menlu Rusia Tawarkan Diri Jadi Penengah Penyelesaian Konflik Iran-AS

Menurut Waltz, langkah-langkah yang diambil Presiden Trump saat ini bertujuan untuk melucuti pengaruh Iran yang mencoba menekan ekonomi global melalui blokade jalur laut.

"Apa yang telah dilakukan Presiden Trump adalah mengambil pengaruh itu, mengambil upaya Iran yang mencoba menyandera seluruh ekonomi dunia, dan menyingkirkannya dari meja perundingan," lanjutnya.

Mengenai prospek negosiasi, Waltz menekankan bahwa posisi tawar Iran semakin melemah seiring dengan kondisi ekonomi mereka yang memburuk.

Ia menyebut ekonomi Teheran sedang dalam kondisi terjun bebas, sehingga waktu tidak lagi berpihak pada mereka.

“Kita akan lihat apakah mereka kembali untuk kesepakatan yang masuk akal,” pungkas Waltz.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance (kiri) dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (UN/Anadolu)
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance (kiri) dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (UN/Anadolu) (Tribunnews.com/Kolase Tribunnews.com/UN/Anadolu)

(Tribunnews.com/Bobby)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved