Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Kembali Sita Kapal Diduga Menuju Iran, Trump: Isinya Hadiah dari China

Trump menduga Iran telah melakukan "penyetokan ulang" selama masa gencatan senjata lewat pengiriman "Hadiah dari China" tersebut

Penulis: Bobby W
HO/IST/X/Iran 24
TRUMP SINDIR CHINA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang disiarkan pada Selasa pagi waktu setempat (21/4/2026), Trump mengklaim pihaknya telah menyita sebuah kapal tanker yang diduga membawa muatan terlarang untuk Teheran. 

Terkait tudingan adanya dukungan militer ke Iran, Beijing sebelumnya telah memberikan bantahan keras.

Adapun laporan intelijen AS sebelumnya menyebutkan bahwa China berencana menyediakan persenjataan pertahanan udara baru ke Iran dalam beberapa minggu mendatang.

Hal ini memicu ancaman Trump yang akan kembali memberlakukan tarif tambahan sebesar 50 persen pada barang-barang China.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa negaranya selalu mengambil pendekatan yang bijaksana dan bertanggung jawab terhadap ekspor produk militer.

KAPAL INDUK AS - Kapal induk USS Nimitz (CVN 68) dan Sayap Udara Kapal Induk (CVW) 11 yang berada di dalamnya berlayar menuju San Diego sebelum berlabuh di Pangkalan Udara Angkatan Laut North Island, Juli 2019.
KAPAL INDUK AS - Kapal induk USS Nimitz (CVN 68) dan Sayap Udara Kapal Induk (CVW) 11 yang berada di dalamnya berlayar menuju San Diego sebelum berlabuh di Pangkalan Udara Angkatan Laut North Island, Juli 2019. (US Navy)

“China secara konsisten telah mengambil pendekatan yang bijaksana dan bertanggung jawab terhadap ekspor produk militer, dan menjalankan kontrol ketat sesuai dengan undang-undang dan peraturan kontrol ekspor domestiknya serta kewajiban internasionalnya", tegas Guo Jiakun dalam pengarahan rutin di Beijing pada Selasa (14/4/2026) pekan lalu.

Guo Jiakun juga secara eksplisit menolak laporan keterlibatan China dalam mempersenjatai Iran.

“Laporan-laporan terkait hal itu (pengiriman senjata ke Iran) sepenuhnya dibuat-buat," tegas Guo Jiakun

Guo Jiakun mewakili pemerintah China juga mengecam keras tudingan AS yang dinilainya tak berdasar tersebut.

“Jika pihak AS bersikeras menggunakan tudingan ini sebagai dalih untuk mengenakan tarif tambahan pada China, China akan dengan tegas mengambil langkah-langkah balasan" pugkas Guo Jiakun.

(Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved