Jumat, 24 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Curhatan Zelensky Soal Ukraina: Kami Tak Bisa Tunggu hingga Perang Iran Selesai

Berbicara dengan CNN, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut negaranya tak bisa menunggu hingga perang Iran selesai.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti

Ia berharap para sekutu Barat tidak kehilangan fokus dan tetap melihat Ukraina sebagai prioritas utama di tengah memanasnya situasi geopolitik global.

Kabar Putin Mau Temui Zelensky

Kabar mengejutkan datang dari Kremlin.

Presiden Rusia, Vladimir Putin dikabarkan menyatakan kesiapannya untuk bertemu empat mata dengan Zelensky.

Namun, tawaran ini tidak datang cuma-cuma karena ada "syarat dan ketentuan" yang dianggap banyak pihak sebagai jebakan diplomatik.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengonfirmasi sinyal hijau dari Putin tersebut pada Rabu (22/4/2026).

Meski begitu, Peskov menegaskan bahwa Rusia tidak ingin pertemuan tersebut hanya sekadar formalitas atau obrolan kosong tanpa hasil nyata.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1515: Zelensky Bidik Selat Hormuz, Tawarkan Pengalaman Perang Laut

"Putin siap bertemu di Moskow kapan saja. Namun, poin utamanya adalah pertemuan itu harus produktif dan bertujuan untuk memfinalisasi kesepakatan yang sudah disiapkan sebelumnya," tegas Peskov dalam wawancaranya dengan media Rusia, Vesti.

Sinyal dari Kremlin ini secara tersirat menunjukkan bahwa Putin hanya mau bertemu jika Ukraina sudah siap menyerah atau menyetujui draf perdamaian yang disusun Rusia.

Lokasi pertemuan yang diminta di Moskow juga dinilai sebagai taktik untuk menunjukkan dominasi Rusia di atas meja perundingan.

Di sisi lain, Zelensky merespons dengan tegas.

Meski ia sangat ingin menghidupkan kembali perundingan damai trilateral yang melibatkan AS, ia mengharamkan Moskow sebagai lokasi pertemuan.

"Kami siap kapan pun dan dalam format apa pun. Kami tidak takut bertemu di negara mana pun, asalkan bukan di Rusia atau Belarusia," ujar Zelensky, mengutip Kyiv Independent.

Sementara itu, Putin menolak bertemu dengan Presiden Ukraina di negara ketiga yang tidak terlibat dalam perang, seperti Turki.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved