Iran Vs Amerika Memanas
Hari ke-55 Perang Iran: Diplomasi Mandek, Blokade AS Tekan Teheran
Hari ke-55 konflik Iran: belum ada tenggat waktu pasti dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait proposal perdamaian dari Teheran.
IRGC juga menyatakan pihaknya melepaskan tembakan ke kapal ketiga karena dianggap melanggar pembatasan pelayaran di jalur tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia.
AS: Pentagon Rombak Pejabat dan Senat Tolak Resolusi
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memecat Menteri Angkatan Laut John Phelan.
Pemecatan itu menjadi pergantian pejabat senior ke-34 selama pemerintahan Trump.
Wakil Menteri Hung Cao ditunjuk sebagai kepala Angkatan Laut sementara.
Senat AS juga menolak resolusi kewenangan perang yang bertujuan membatasi kekuasaan Trump dalam melancarkan perang terhadap Iran.
Rancangan undang-undang yang dipimpin Senator Demokrat Tammy Baldwin itu ditolak dengan hasil suara 55 berbanding 46.
Komando Pusat AS menyatakan telah memukul mundur 31 kapal, sebagian besar kapal tanker minyak, sebagai bagian dari blokade angkatan laut terhadap Iran.
Operasi itu melibatkan sedikitnya 10.000 tentara, 17 kapal perang, dan lebih dari 100 pesawat.
Baca juga: AS Susun Daftar Sekutu NATO ‘Nakal dan Baik’, yang Tak Dukung Perang Iran Terancam Disanksi
Israel: Hizbullah Disebut Hambatan Perdamaian
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan Israel tidak memiliki perselisihan serius dengan Lebanon.
Ia menyebut Hizbullah sebagai penghalang utama perdamaian dan normalisasi hubungan.
“Hambatan bagi perdamaian hanya satu, yaitu Hizbullah,” kata Saar.
Lebanon dan Gaza: Jurnalis Tewas dan Serangan Berlanjut
Serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk jurnalis Al Akhbar, Amal Khalil.
Jurnalis lepas Zeinab Faraj mengalami luka serius dalam serangan yang sama.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan kedua wartawan tersebut terkena serangan susulan saat berlindung di al-Tayri.