Jumat, 24 April 2026

5 Populer Internasional: Popularitas Trump Anjlok ke Level Kritis - Zelensky Curhat Soal Ukraina

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Trump mengalami penurunan popularitas hingga kisaran 30 persen akibat perang Iran

Ucapan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tentang pemerintah Iran terbukti.

Iran kini berada di persimpangan jalan yang krusial pasca-keputusan Trump untuk perpanjang gencatan senjata.

Internal Teheran dilaporkan tengah memanas terkait masa depan perang yang berlangsung hampir dua bulan ini.

Para petinggi negara itu dikabarkan tengah berdebat sengit soal apakah harus melunak demi mencabut blokade ekonomi, atau justru membalas serangan dari Washington.

Menurut pemberitaan Al Jazeera, di koridor kekuasaan Teheran, suara tidak lagi bulat.

Pihak berwenang Iran kembali menggelar aksi pembangkangan pada Selasa (21/4/2026) malam hingga Rabu (22/4/2026) dengan parade militer di jalan-jalan Teheran.

Parade militer yang digelar di Lapangan Enghelab, Teheran ini terjadi bertepatan dengan pengumuman gencatan senjata Trump.

Sebuah rudal balistik Khorramshahr-4, salah satu proyektil jarak jauh Iran, diarak melewati kerumunan orang yang bersorak-sorai untuk mendukung pemerintahan Iran.

Media Iran juga merilis lebih banyak rekaman dan wawancara dengan orang-orang bersenjata, termasuk perempuan, yang mengatakan mereka siap bertempur di jalanan.

Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk PBB, Saeed Iravani mengatakan bahwa putaran negosiasi selanjutnya dapat berlangsung di Pakistan.

Iravani menegaskan kembali bahwa Iran mau bernegosiasi jika AS mencabut blokade yang telah diberlakukannya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. 2 Teknisi Angkatan Udara Israel Didakwa Jadi Mata-mata untuk Iran, Dituduh Bantu Musuh Selama Perang

Dua teknisi pesawat yang bertugas di militer Israel akan didakwa melakukan spionase untuk Iran, Rabu (22/4/2026) waktu setempat.

Spionase merupakan aksi memata-matai untuk mengumpulkan informasi mengenai sebuah organisasi atau lembaga yang dianggap rahasia tanpa mendapatkan izin dari pemilik yang sah dari informasi tersebut.

Stasiun televisi pemerintah Israel, KAN, melaporkan bahwa para tersangka adalah anggota Angkatan Udara Israel yang bekerja sebagai teknisi F-15 di Pangkalan Udara Tel Nof dekat Ashdod, Israel.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved