5 Populer Internasional: Popularitas Trump Anjlok ke Level Kritis - Zelensky Curhat Soal Ukraina
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Trump mengalami penurunan popularitas hingga kisaran 30 persen akibat perang Iran
Laporan tersebut menyebutkan bahwa mereka dituduh "membantu musuh selama masa perang," dengan salah satu tersangka berpotensi menghadapi tuduhan yang setara dengan pengkhianatan.
Laporan itu menambahkan bahwa delapan tentara lain di pangkalan tersebut sedang diselidiki karena dicurigai gagal melaporkan aktivitas yang diduga tersebut meskipun mereka mengetahuinya.
Menurut laporan tersebut, para tersangka diduga diminta untuk mengumpulkan informasi tentang Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan mantan Kepala Staf Herzi Halevi.
Mereka juga dituduh memberikan dokumen yang berkaitan dengan skema mesin pesawat Israel serta foto seorang instruktur penerbangan.
Tuduhan Spionase di Iran
Sementara itu, Iran menggantung seorang pria pada Rabu setelah dinyatakan bersalah karena memiliki hubungan dengan badan intelijen Israel, Mossad, kata pihak kehakiman.
Dua LSM yang berbasis di luar negeri mengatakan bahwa pria tersebut bekerja untuk organisasi energi atom Iran.
Eksekusi Mehdi Farid adalah yang terbaru dari sejumlah hukuman gantung terhadap narapidana kelas kakap dalam tren yang semakin meningkat dan telah membuat kelompok hak asasi manusia khawatir.
“Mehdi Farid digantung pagi ini karena kerja sama yang luas dengan badan intelijen teroris Mossad setelah kasusnya diperiksa dan putusan akhir disetujui,” demikian pernyataan situs web Mizan Online milik lembaga peradilan, menambahkan bahwa ia telah dinyatakan bersalah atas tindak pidana berat “korupsi di muka bumi”.
5. Curhatan Zelensky Soal Ukraina: Kami Tak Bisa Tunggu hingga Perang Iran Selesai
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky kembali mengungkapkan kegalauannya terkait masa depan negaranya.
Zelensky merasa isu agresi Rusia ke Ukraina mulai terlupakan lantaran perhatian dunia kini tersedot sepenuhnya ke konflik bersenjata di Iran.
Dalam wawancara eksklusif bersama CNN, Rabu (22/4/2026), Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak bisa mengantre dan menunggu perang di Iran usai untuk mendapatkan bantuan atau perhatian diplomatik.
Bagi Kyiv, menunda upaya perdamaian hingga isu Timur Tengah reda adalah sebuah pertaruhan nyawa yang sangat berisiko.
"Ukraina itu bukan urusan 'nanti'. Kami sedang berada di tengah tragedi besar."
"Kita harus bisa mengelola kedua konflik ini secara paralel," tegas Zelensky.
Zelensky menyoroti kendala teknis di mana tim negosiator Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Steve Witkoff dan Jared Kushner, kini harus "berbagi otak" untuk menangani dua konflik besar sekaligus.
Kondisi ini membuat pertemuan-pertemuan strategis untuk Ukraina menjadi tertunda karena AS masih fokus membereskan urusan dengan Iran.
Tak hanya soal diplomasi, dampak perang Iran juga merembet ke urusan dapur pacu militer Ukraina.
Zelensky mengakui pasokan senjata vital, seperti sistem pertahanan udara, mulai tersendat.
Kapasitas produksi industri pertahanan AS dikabarkan kewalahan memenuhi permintaan yang datang dari dua front berbeda.
(Tribunnews.com)