Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Minyak Tembus 106 Dolar AS! Trump Perketat Selat Hormuz, Iran Balas Tahan Kapal Asing

Harga minyak melonjak di atas 106 dolar AS per barel setelah Trump perketat Selat Hormuz dan Iran menahan kapal asing.

Analis Goldman Sachs memperkirakan produksi minyak mentah di Teluk Persia dapat berkurang hingga 14,5 juta barel per hari atau lebih dari 50 persen selama April.

Pemulihan penuh diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan jika Selat Hormuz kembali dibuka sepenuhnya.

Direktur Program Timur Tengah Center for Strategic and International Studies, Mona Yacoubian, mengatakan dampak konflik ini bisa terasa sangat panjang.

“Semakin lama ini berlanjut, semakin jelas bahwa dampak buruk konflik ini akan terasa selama berbulan-bulan, bahkan mungkin lebih lama,” ujarnya.

Baca juga: Zelensky Sebut Perang Iran Alihkan Fokus AS: Ukraina Tak Bisa Menunggu Masalah Iran Selesai

Kepala strategi investasi Saxo Markets, Charu Chanana, menambahkan bahwa kenaikan harga minyak saat ini lebih dipicu gangguan pasokan fisik daripada sekadar ketegangan geopolitik.

Pasar kini menunggu apakah Washington dan Teheran akan kembali ke meja perundingan, atau justru membawa krisis energi global ke babak yang lebih berbahaya.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved