Pohon Palem Bekas Pavilion Indonesia di Osaka Ternyata ada di Amagasaki Jepang
Pohon palem di Kansai Jepang mulai ditebang karena risiko badai. Tren ini justru buka peluang ekspor tanaman tropis Indonesia
Ringkasan Berita:
- Pohon palem banyak ditanam di wilayah Kansai seperti Osaka dan Kobe sebagai simbol eksotisme sejak era booming ekonomi Jepang
- Namun, risiko tumbang saat badai membuat sejumlah daerah mulai menebangnya
- Tren ini membuka peluang ekspor tanaman tropis Indonesia yang lebih aman dan bernilai tinggi ke Jepang
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, OSAKA – Pohon palem yang identik dengan daerah tropis seperti Okinawa dan Miyazaki ternyata banyak ditemukan di wilayah Kansai, termasuk Osaka, Kobe, hingga Tokushima.
Bahkan pohon palem yang dipasang di Pavilion Indonesia Osaka 2025 ternyata kini ada di Amagasaki Jepang.
"Keberadaan pohon-pohon palem tersebut berada di persimpangan, dengan meningkatnya penebangan akibat risiko keselamatan," ungkap sumber Tribunnews.com di pemda Hyogo Jumat (1/5/2026).
Di berbagai lokasi di Kansai, pohon palem ditanam sebagai pohon peneduh jalan.
Misalnya di sekitar Hankyu Minami-Senri Station di Osaka dan kawasan Rokko Island di Kobe.
Bahkan di Kota Amagasaki, terdapat pohon palem yang dipindahkan dari Paviliun Indonesia pada Expo Osaka-Kansai tahun lalu ke daerah Amagasaki.
Baca juga: Pengemudi Lexus Tewas Tertimpa Pohon Palem yang Roboh di Pondok Indah Jaksel
Warga setempat menyambut positif keberadaan pohon tersebut. “Ini bisa menjadi kenangan yang indah,” ujar salah satu warga.
Warga lainnya mengatakan ingin terus menyaksikan pertumbuhan pohon tersebut selama tinggal di Amagasaki.
Terinspirasi dari Impian ke Hawaii
Menurut pakar lanskap dari Universitas Industri Osaka, penanaman pohon palem di Kansai bermula sejak masa pertumbuhan ekonomi tinggi Jepang.
Saat itu, Hawaii menjadi destinasi impian, terutama untuk bulan madu.
“Nuansa eksotis dari luar negeri ingin dihadirkan dalam lanskap kota untuk meningkatkan daya tarik daerah,” jelas sang profesor.
Mudah Dirawat dan Tahan Cuaca
Selain faktor estetika, pohon palem juga dipilih karena karakteristik biologisnya. Jenis seperti Washingtonia palm dapat tumbuh lurus hingga sekitar 20 meter, dengan daun hanya di bagian atas.
Struktur ini membuatnya lebih tahan terhadap angin dibanding pohon lain yang memiliki banyak cabang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pohon-palem.jpg)