Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Pilih Gerhard Schröder Jadi Mediator Tuai Respons Beragam dari Jerman, Gencatan Senjata Gagal?
Putin mengusulkan mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder sebagai mediator dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Konflik Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.538 pada Senin (11/5/2026), di tengah situasi yang kembali memanas meski upaya gencatan senjata masih terus dibicarakan.
Perhatian terbaru tertuju pada pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengusulkan mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder sebagai mediator dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina.
Usulan tersebut langsung memicu respons beragam dari pemerintah dan politikus Jerman di tengah rapuhnya proses negosiasi antara Moskow dan Kyiv.
Perang Rusia-Ukraina sendiri dimulai sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 24 Februari 2022 atas instruksi Presiden Vladimir Putin.
Konflik itu berkembang dari ketegangan panjang pasca-aneksasi Krimea tahun 2014 dan perang di wilayah Donbas yang melibatkan kelompok separatis pro-Rusia.
Hubungan Rusia dan Ukraina semakin memburuk ketika Kyiv memperkuat kedekatan dengan NATO dan Uni Eropa, langkah yang dipandang Kremlin sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan negara-negara Barat terus meningkatkan tekanan terhadap Moskow melalui sanksi ekonomi serta bantuan persenjataan untuk Ukraina.
Hingga saat ini, perang masih berlangsung tanpa kepastian akhir karena kedua pihak belum menemukan titik temu terkait wilayah pendudukan dan jaminan keamanan geopolitik.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina hari ke-1.538 pada Senin (11/5/2026):
Baca juga: Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Bertemu Zelensky di Negara Ketiga
Putin Tunjuk Schröder Jadi Mediator Ukraina, Jerman Terbelah
Pemerintah Jerman merespons hati-hati usulan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebut mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder layak menjadi mediator perdamaian perang Ukraina.
AFP melaporkan para pejabat Jerman menganggap pernyataan Putin sebagai bagian dari “serangkaian tawaran palsu” Rusia terkait upaya damai Ukraina.
Sumber pemerintah Jerman menyebut ujian nyata bagi Moskow adalah apakah Rusia bersedia memperpanjang gencatan senjata tiga hari yang sedang berlangsung.
Putin sebelumnya menyatakan perang Rusia-Ukraina kemungkinan akan segera berakhir.
Presiden Rusia itu juga membuka peluang bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di negara ketiga apabila tercapai kesepakatan damai jangka panjang.