Iran Vs Amerika Memanas
Narendra Modi Kunjungi 5 Negara untuk Amankan Energi dan Perdagangan India
Narendra Modi memulai tur ke lima negara dengan fokus utama pada keamanan energi dan kerja sama ekonomi.
Ringkasan Berita:
- Narendra Modi memulai tur ke lima negara dengan fokus utama pada keamanan energi dan kerja sama ekonomi.
- India ingin memperkuat hubungan dengan Uni Emirat Arab dan negara-negara Eropa di tengah gangguan pasokan energi akibat konflik Iran.
- Kunjungan ini juga menunjukkan upaya India memperluas pengaruh ekonomi dan strategis global.
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri India Narendra Modi memulai tur ke lima negara pada Jumat (15/5/2026) dengan mengunjungi Uni Emirat Arab terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Eropa.
Kunjungan ini dibayangi kekhawatiran terkait energi dan rantai pasok akibat perang Iran.
Gangguan di jalur pelayaran Teluk dan Selat Hormuz terus memicu volatilitas di pasar minyak dan gas, sehingga meningkatkan tekanan pada negara-negara pengimpor energi, termasuk India.
Namun, perjalanan ini juga mencerminkan upaya lebih luas India untuk mendiversifikasi kemitraan ekonomi dan strategis, sekaligus memposisikan diri sebagai pusat manufaktur dan teknologi utama.
Tur selama enam hari ini juga mencakup kunjungan ke Belanda, Swedia, Norwegia, dan Italia. Kunjungan ini berlangsung setelah India dan Uni Eropa menyepakati perjanjian perdagangan bebas pada Januari, yang disebut Modi sebagai “ibu dari semua kesepakatan.”
Uni Eropa telah lama memandang India—negara dengan populasi terbesar di dunia—sebagai pasar utama.
Kementerian Luar Negeri India mengatakan kunjungan Modi akan “memperdalam kemitraan India dengan Eropa, khususnya hubungan perdagangan dan investasi, seiring dengan selesainya FTA India-Uni Eropa.”
Modi juga akan menghadiri KTT Nordik di Oslo dalam kunjungan pertamanya ke Norwegia, sekaligus kunjungan pertama perdana menteri India ke negara itu dalam 43 tahun. Para pengamat menilai ini menunjukkan meningkatnya keterlibatan India dengan Eropa Utara.
Baca juga: Bicara di BRICS India, Menlu RI Tegaskan Perang Cuma Buang - buang Sumber Daya Global
“Bagi India, keterlibatan dengan negara-negara Nordik dilakukan pada waktu yang strategis untuk memosisikan negara ini sebagai mitra ekonomi, teknologi, dan energi bersih yang terpercaya dalam tatanan global yang berubah cepat,” kata Anil Wadhwa, mantan duta besar India untuk Italia dan Polandia, kepada AFP.
“India berpotensi mendapat keuntungan dari diversifikasi global dari China, dan perjanjian perdagangan bebas India-Uni Eropa yang baru selesai telah menciptakan momentum,” tambahnya.
Fokus pada keamanan energi
Tur singkat ini dimulai di Uni Emirat Arab, rumah bagi sekitar 4,5 juta komunitas India.
Kawasan Teluk tetap menjadi sumber utama impor minyak dan gas petroleum cair (LPG) India, dan pembicaraan selama kunjungan akan berfokus pada penguatan keamanan energi India, kata Kementerian Luar Negeri India.
Namun kunjungan ini juga bertujuan memperkuat posisi India di kawasan Teluk di tengah konflik Timur Tengah.
“Lingkungan internasional baru kini sedang terbentuk,” kata K.C. Singh, mantan duta besar India untuk Iran dan UEA.
“Retakan di dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan konfrontasi terbuka Iran-UEA telah mengubah geopolitik kawasan.”
Ia menambahkan bahwa Uni Emirat Arab kini semakin terbuka mendekat ke AS dan Israel, sementara Arab Saudi juga bergerak lebih dekat ke Pakistan, Mesir, dan Turki, sambil tetap menjaga hubungan dengan AS.
Modi bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di New Delhi pada Kamis.
India, pembeli minyak terbesar ketiga di dunia, biasanya memperoleh sekitar setengah impor minyak mentahnya melalui Selat Hormuz, jalur vital yang beberapa kali terganggu sejak perang dimulai.
“Kesepakatan pasokan LPG dan cadangan minyak strategis kemungkinan menjadi hasil utama, memberikan India perlindungan lebih besar terhadap lonjakan harga mendadak dan gangguan pengiriman,” kata Wadhwa.
“Idealnya, India harus beralih dari hubungan energi pembeli-penjual konvensional menuju kemitraan strategis keamanan energi yang lebih luas.”
Perjalanan ke Eropa
Modi melanjutkan perjalanan ke Belanda pada Jumat malam, dengan agenda pembahasan peningkatan perdagangan bilateral senilai 27,8 miliar dolar AS tahun lalu, serta kerja sama di bidang pertahanan, semikonduktor, air, pertanian, dan kesehatan.
Pada Minggu, Modi menuju Swedia untuk menghadiri forum pemimpin bisnis Eropa bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, sebelum berangkat ke Norwegia sehari kemudian untuk menghadiri KTT India-Nordik.
“Cahaya utara mungkin jauh dari wilayah tropis, tetapi tujuan yang ingin kita capai semakin sama,” tulis anggota parlemen India Shashi Tharoor di Indian Express.
“Di saat turbulensi era Trump mengguncang norma global, India dan negara-negara Nordik memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas dan tatanan dunia.”
India, yang mengoperasikan pangkalan penelitian Arktik di Kepulauan Svalbard, Norwegia, juga memantau dampak terbukanya jalur pelayaran akibat mencairnya es di Kutub Utara.
“Kepentingan India di Arktik bukan sekadar akademis; mencairnya es kutub berdampak langsung pada musim monsun India dan ketahanan pangan kami,” tambah Tharoor.
Perjalanan Modi akan ditutup di Italia pada 19 Mei, di mana ia akan bertemu Perdana Menteri Giorgia Meloni, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengannya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-India-Narendra-Modi-ooooo.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.