Senin, 18 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

UEA Gagal Seret Arab Saudi dan Qatar Serang Iran, Koalisi Teluk Mulai Pecah

UEA gagal seret Arab Saudi dan Qatar serang Iran. Koalisi Teluk mulai retak saat konflik Timur Tengah makin panas dan ancaman perang meluas.

Tayang:
Editor: Nuryanti

Sementara itu, UEA sangat bergantung pada stabilitas kawasan Teluk untuk menjaga sektor energi, perdagangan, keuangan, dan pariwisata nasionalnya.

Konflik Iran disebut telah memberikan tekanan besar terhadap posisi Abu Dhabi sebagai pusat bisnis dan investasi internasional di Timur Tengah.

Karena itu, pemerintah UEA dilaporkan terus melobi Amerika Serikat agar mempertahankan tekanan militer terhadap Iran.

UEA bahkan sempat mengajukan proposal di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mendukung penggunaan kekuatan militer untuk merespons kendali Iran atas Selat Hormuz, meski usulan tersebut akhirnya gagal mendapat dukungan internasional.

Solidaritas Negara Teluk Dinilai Mulai Retak
Pengamat internasional menilai kegagalan UEA membentuk koalisi militer gabungan melawan Iran menjadi tanda bahwa persatuan negara-negara Teluk mulai mengalami keretakan serius.

Perang Iran justru memperlihatkan adanya perbedaan kepentingan geopolitik dan strategi keamanan di antara negara-negara Arab kawasan Teluk.

Sebagian negara memilih jalur diplomasi dan deeskalasi demi menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan energi, sementara pihak lain mendorong respons militer yang lebih keras terhadap Iran.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperumit upaya menjaga stabilitas Timur Tengah sekaligus meningkatkan risiko pecahnya konflik regional yang lebih luas di masa mendatang.

Hubungan UEA dan Israel Semakin Dekat

Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran dan memburuknya hubungan dengan beberapa negara Teluk, UEA justru semakin mempererat kerja sama strategis dengan Israel.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee mengungkapkan bahwa Israel telah mengirim sistem pertahanan udara Iron Dome beserta personelnya ke UEA untuk membantu menghadapi ancaman serangan rudal Iran.

Menurut Huckabee, langkah itu menjadi bukti semakin eratnya hubungan pertahanan antara Abu Dhabi dan Tel Aviv sejak kedua negara menormalisasi hubungan diplomatik melalui Perjanjian Abraham.

Meski demikian, pemerintah UEA tetap berhati-hati untuk tidak terlalu terbuka menunjukkan kedekatan penuh dengan Israel di tengah sensitivitas politik kawasan.

Hal itu terlihat ketika kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat menyebut Netanyahu melakukan kunjungan ke UEA selama perang berlangsung, namun pemerintah Abu Dhabi langsung membantah laporan tersebut.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved