Jumat, 22 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Tinjau Proposal Perdamaian AS, Trump Bersedia Menunggu Beberapa Hari Lagi

Iran sedang meninjau proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang, sementara Donald Trump memberi tenggat beberapa hari untuk jawaban dari Teheran.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
  • Iran sedang meninjau proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang, sementara Donald Trump memberi tenggat beberapa hari untuk jawaban dari Teheran.
  • Trump dan Netanyahu dikabarkan berselisih soal langkah menghadapi Iran, dengan Trump memilih jalur diplomasi sementara Netanyahu ingin melanjutkan serangan.
  • Negara-negara Teluk dan Pakistan terus memediasi pembicaraan damai antara AS dan Iran guna mencegah konflik semakin meluas.

TRIBUNNEWS.COM - Iran mengatakan sedang meninjau proposal terbaru dari pemerintahan AS untuk mengakhiri perang setelah Donald Trump menyatakan siap menunggu beberapa hari lagi demi mendapatkan jawaban yang tepat.

Dilansir CNBC, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pada Kamis (21/5/2026) bahwa Iran telah menerima pandangan dari pihak Amerika dan sedang meninjaunya, menurut kantor berita pemerintah Nour News.

Baghaei mengatakan Pakistan, yang menjadi tuan rumah pembicaraan perdamaian antara AS dan Iran bulan lalu, terus memediasi komunikasi antara Iran dan AS.

Ia menambahkan bahwa beberapa putaran komunikasi telah berlangsung berdasarkan proposal 14 poin dari Iran.

Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, juga diperkirakan akan melakukan perjalanan ke ibu kota Iran pada Kamis sebagai bagian dari upaya mediasi, menurut kantor berita ISNA Iran.

Perundingan untuk mengakhiri perang Iran belum menunjukkan kemajuan dalam beberapa pekan terakhir.

Kedua pihak terjebak dalam kebuntuan karena Iran dan AS sama-sama memblokir Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis.

Sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz sebelum perang, tetapi lalu lintas pengiriman terhenti sejak serangan pada 28 Februari.

“Percayalah, jika kita tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya akan berjalan sangat cepat. Kita semua siap untuk bertindak,” kata Presiden Donald Trump kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat.

Baca juga: Intelijen AS: Iran Diam-Diam Bangun Mesin Perang, Kebut Produksi Drone Tempur

LANGKAH DONALD TRUMP - Presiden AS Donald Trump berbicara dengan anggota media sebelum menaiki Marine One di South Lawn Gedung Putih, Kamis, 16 April 2026, dalam perjalanan ke Joint Base Andrews untuk perjalanan ke Las Vegas. (Foto Resmi Gedung Putih)
LANGKAH DONALD TRUMP - Presiden AS Donald Trump berbicara dengan anggota media sebelum menaiki Marine One di South Lawn Gedung Putih, Kamis, 16 April 2026, dalam perjalanan ke Joint Base Andrews untuk perjalanan ke Las Vegas. (Foto Resmi Gedung Putih) (Dok White House)

Ketika ditanya berapa lama ia siap menunggu, Trump menjawab, “Bisa beberapa hari, tetapi bisa juga berjalan sangat cepat.”

Trump telah berulang kali memperingatkan akan adanya serangan baru terhadap Iran jika kedua pihak tidak dapat mencapai kesepakatan.

Namun, ia juga beberapa kali menunda tenggat waktu yang telah ditetapkannya.

Trump mengatakan bahwa ia hampir menyerang Iran pada Selasa (19/5/2026), sebelum akhirnya dibujuk untuk menunda serangan tersebut.

Garda Revolusi Iran memperingatkan agar AS tidak melakukan serangan lebih lanjut.

Dalam pernyataan keras yang dilaporkan pada Rabu, kelompok paramiliter tersebut mengancam akan memperluas konflik Timur Tengah di luar kawasan jika AS dan Israel melanjutkan serangan terhadap Iran.

Beda Pendapat, Hubungan Trump dan Netanyahu Mulai Retak

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan berbeda pendapat mengenai langkah lanjutan perang melawan Iran.

Keduanya disebut mengadakan percakapan tegang selama satu jam melalui telepon.

Netanyahu mendesak dimulainya kembali serangan udara terhadap Iran, sementara Trump bersikeras memberi kesempatan bagi diplomasi sebelum kembali mengangkat senjata, menurut laporan media.

Menurut laporan Axios, percakapan itu membuat Netanyahu sangat marah.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Netanyahu sangat skeptis terhadap perundingan damai.

Ia ingin melanjutkan perang untuk lebih melemahkan kemampuan militer serta infrastruktur penting Iran guna melemahkan rezim tersebut.

Namun, Trump ingin memberi kesempatan bagi negosiasi dan menilai kesepakatan masih bisa dicapai.

Meski begitu, Trump juga menegaskan bahwa ia siap melanjutkan perang jika kesepakatan tidak tercapai.

Mengutip sumber yang mengetahui percakapan telepon tersebut, Axios melaporkan bahwa Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa mediator Qatar dan Pakistan sedang menyusun “surat pernyataan niat” yang akan ditandatangani AS dan Iran untuk secara resmi mengakhiri perang.

Penandatanganan tersebut akan membuka jalan bagi periode negosiasi selama 30 hari untuk membahas isu-isu seperti program nuklir Iran dan pembukaan Selat Hormuz.

Namun, sumber-sumber Israel mengatakan bahwa Netanyahu tidak setuju dengan strategi Trump.

Baca juga: Bursa Iran Dibuka Lagi dengan Pembatasan Ketat usai 80 Hari Perang, Inflasi Tembus 70 Persen

BAHAS IRAN - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam sebuah pertemuan. Keduanya bertemu pada Rabu (11/2/2026) di Washington DC, AS, untuk membahas soal Iran seiring berlangsungnya negosiasi AS dengan Teheran.
BAHAS IRAN - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam sebuah pertemuan. Keduanya bertemu pada Rabu (11/2/2026) di Washington DC, AS, untuk membahas soal Iran seiring berlangsungnya negosiasi AS dengan Teheran. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni)

Sumber tersebut mengatakan kepada CNN bahwa Netanyahu menyampaikan kekecewaannya dengan mengatakan kepada Trump bahwa menunda serangan yang telah direncanakan merupakan sebuah kesalahan dan serangan seharusnya tetap dilanjutkan sesuai rencana.

“Rambut Bibi terbakar setelah panggilan telepon itu,” kata seorang pejabat AS mengenai reaksi Netanyahu terhadap rencana Trump.

Kemudian, duta besar Israel untuk Washington dilaporkan memberi tahu anggota parlemen AS bahwa Netanyahu khawatir terhadap hasil percakapan telepon tersebut.

Menurut sejumlah sumber, Netanyahu memang sangat khawatir pada tahap-tahap negosiasi sebelumnya, terutama karena kesepakatan terdahulu gagal terwujud.

Netanyahu kini dilaporkan ingin mengunjungi Washington dalam beberapa minggu mendatang untuk bertemu Trump dan membahas masalah tersebut secara langsung.

Serangan yang Dibatalkan

Awal pekan ini, Trump mengumumkan bahwa ia menghentikan rencananya untuk menyerang Iran dalam operasi bernama Sledgehammer, mengutip NDTV.

Pembatalan rencana tersebut dilakukan atas permintaan sekutu di kawasan Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Dalam beberapa hari terakhir, para mediator Teluk telah menjalin komunikasi intensif dengan Gedung Putih dan negosiator Pakistan untuk menyusun kerangka kerja yang dapat mendorong kemajuan diplomasi.

Baca juga: Iran Tetapkan Zona Pengawasan untuk Kapal yang Lewati Selat Hormuz, Harus Dapat Izin dari Otoritas

Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Mesir dilaporkan telah menyusun memorandum perdamaian yang direvisi dengan masukan dari mediator regional lainnya guna menjembatani perbedaan antara AS dan Iran.

Setidaknya dua pejabat Arab mengatakan kepada Axios bahwa Qatar baru-baru ini menyerahkan draf baru kepada AS dan Iran.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pembicaraan dengan Washington masih berlangsung berdasarkan proposal 14 poin Iran.

Kementerian tersebut menambahkan bahwa agar pembicaraan berhasil, AS harus menghentikan pembajakan terhadap kapal-kapal Iran dan menyetujui pelepasan dana yang dibekukan, sementara Israel harus mengakhiri perang di Lebanon.

Namun, para negosiator dilaporkan masih khawatir terhadap ketidakpastian apakah Iran akan menyetujui draf baru tersebut atau justru mengubah posisinya secara signifikan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved