Iran Vs Amerika Memanas
Yakin Perang AS-Iran Segera Berakhir, Trump: Kami Akan Dapatkan yang Kami Mau
Trump mengatakan negosiasi berlangsung dengan Iran dan memperkirakan perang segera berakhir, tapi menegaskan Iran tak boleh punya senjata nuklir.
Serangan tersebut terjadi hanya dua hari setelah perundingan nuklir di Jenewa gagal menghasilkan kesepakatan baru terkait program nuklir Teheran.
Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir. Namun, Teheran membantah tuduhan itu dan menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata ditujukan untuk kebutuhan energi serta penelitian sipil.
Ketegangan meningkat drastis setelah serangan awal dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Setelah itu, kepemimpinan Iran diteruskan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Teheran juga menghentikan perundingan nuklir dan memperketat kontrol di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia. Langkah tersebut memicu gangguan pasokan energi global dan menyebabkan harga minyak internasional melonjak tajam.
Setelah hampir 40 hari pertempuran berlangsung, kedua pihak akhirnya menyetujui gencatan senjata sementara pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan.
Amerika Serikat sempat menggelar operasi militer bertajuk “Project Freedom” di Selat Hormuz, namun operasi itu dihentikan sementara guna membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik.
Sejak gencatan senjata sementara diberlakukan bulan lalu, Amerika Serikat dan Iran terus saling bertukar proposal perdamaian melalui mediasi Pakistan.
Namun, ketegangan di lapangan belum sepenuhnya mereda dan kedua negara diyakini masih memiliki perbedaan besar dalam sejumlah isu utama.
Salah satu poin yang diperselisihkan ialah permintaan Amerika Serikat agar cadangan uranium Iran dipindahkan dari negara Republik Islam tersebut karena dianggap sebagai ancaman.
Di tengah upaya diplomasi tersebut, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi tiba di Teheran pada Rabu untuk bertemu Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni, menurut laporan televisi pemerintah Iran, IRIB.
Kantor berita IRNA juga menyebut Naqvi dijadwalkan mengadakan serangkaian pertemuan lain dengan pejabat tinggi Iran.
Namun di saat bersamaan, Trump memperingatkan bahwa negosiasi dengan Iran kini berada di titik kritis.
“Jika kita tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya akan berjalan sangat cepat. Kita semua sudah siap,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu (20/5/2026).
Kunjungan pejabat militer Pakistan ke Teheran disebut-sebut bertujuan menjembatani perbedaan posisi antara Iran dan Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan kantor berita ISNA Iran.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/truump-34534re.jpg)