Jumat, 22 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Yakin Perang AS-Iran Segera Berakhir, Trump: Kami Akan Dapatkan yang Kami Mau

Trump mengatakan negosiasi berlangsung dengan Iran dan memperkirakan perang segera berakhir, tapi menegaskan Iran tak boleh punya senjata nuklir.

Tayang:
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Presiden Donald J. Trump dan Ibu Negara Melania Trump (tidak terlihat dalam foto) menyapa para hadirin di acara Piknik Kongres di South Lawn, Selasa, 19 Mei 2026. (Foto Resmi Gedung Putih oleh Daniel Torok). Pada 21 Mei 2026, Trump mengatakan negosiasi berlangsung dengan Iran dan memperkirakan perang segera berakhir, tapi menegaskan Iran tak boleh punya senjata nuklir. 

Menurutnya, Islamabad sedang memainkan peran penting untuk menjembatani komunikasi antara Washington dan Teheran.

“Saya pikir orang-orang Pakistan akan menuju ke Teheran hari ini, jadi saya berharap ini akan semakin memajukan pembicaraan,” ujar Rubio.

“Ada beberapa tanda yang baik, tetapi saya tidak ingin terlalu optimis,” kata Rubio, seraya menambahkan, “Mari kita lihat apa yang terjadi dalam beberapa hari ke depan.”

Pemerintah Pakistan diketahui tengah mengirim Kepala Staf Angkatan Daratnya, Jenderal Asim Munir, ke Teheran sebagai bagian dari upaya mediasi.

Iran saat ini juga disebut sedang mempertimbangkan proposal terbaru Amerika Serikat terkait penghentian perang dan penyelesaian isu nuklir.

Setelah negosiasi sempat menemui jalan buntu pada April lalu, Washington mulai memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sebagai balasan, Teheran menerapkan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz dan mewajibkan kapal-kapal asing berkoordinasi dengan otoritas Iran sebelum melintas.

Rubio turut memperingatkan bahwa langkah Iran untuk mengenakan biaya atau pembatasan pelayaran di Selat Hormuz dapat menghancurkan peluang tercapainya kesepakatan damai.

“Tidak seorang pun di dunia mendukung Iran memungut biaya di Selat Hormuz,” tegasnya, lapor Al Arabiya.

Selain membahas Iran, Rubio juga melontarkan kritik keras terhadap sikap NATO yang dinilai tidak memberikan dukungan penuh kepada Amerika Serikat dalam menghadapi ancaman Iran.

Ia mengatakan rudal Iran juga menjadi ancaman bagi Eropa dan seharusnya NATO ikut terlibat dalam kampanye tekanan terhadap Teheran.

“Rudal Iran mengancam Eropa, dan NATO seharusnya bergabung dalam kampanye kami,” ujar Rubio.

“NATO tidak mendukung kita, dan presiden sangat kecewa," tambahnya.

Meski situasi di kawasan masih belum stabil, pernyataan Trump dan Rubio menunjukkan Washington kini mencoba menyeimbangkan tekanan militer dengan jalur diplomasi, sembari berharap mediasi Pakistan dapat membuka jalan menuju kesepakatan baru dengan Iran dan mengakhiri konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Latar Belakang Perang AS-Israel Vs Iran

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah pada 28 Februari 2026 setelah Washington bersama Tel Aviv melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved