Iran Vs Amerika Memanas
Iran Mau Deal dengan AS, Tapi Minta Dana Beku dan Ekspor Minyak Dipulihkan
Satu di antara syarat utama yang diminta Tehran adalah pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Iran selama proses negosiasi
Sebagai bagian dari rancangan kesepakatan, Selat Hormuz juga disebut akan kembali dibuka dengan lalu lintas kapal pada tingkat normal di bawah pengawasan Iran.
Sementara itu, sanksi terhadap sektor minyak, gas, dan petrokimia Iran disebut akan dilonggarkan sementara agar ekspor energi Iran bisa kembali berjalan tanpa hambatan besar.
Iran Cari Napas, AS Ingin Stabilitas
Inti dari negosiasi ini sebenarnya sederhana: Iran ingin mendapatkan “napas ekonomi” terlebih dahulu sebelum membahas isu nuklir yang selama ini menjadi sumber konflik dengan AS.
Bagi Iran, sanksi minyak adalah tekanan terbesar karena sangat memukul pemasukan negara. Karena itu Tehran meminta agar ekspor minyak dibebaskan sementara dan dana mereka dicairkan lebih dulu sebagai tanda keseriusan AS.
Sementara bagi Amerika Serikat, pembukaan kembali Selat Hormuz sangat penting karena jalur ini dilewati sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Jika jalur itu terganggu, harga minyak global bisa melonjak dan memicu tekanan ekonomi internasional.
Dengan kata lain dapat dipahami kalau Iran ingin ekonomi mereka dipulihkan dulu,
sementara AS ingin stabilitas kawasan dan jalur energi dunia aman,
sedangkan isu nuklir ditunda karena terlalu sensitif untuk diselesaikan cepat.
Kesepakatan ini bisa dipahami sebagai “gencatan sementara” untuk menurunkan tensi sebelum masuk ke negosiasi yang lebih berat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bendera-iran-dan-amerika-serikat.jpg)