Iran Vs Amerika Memanas
Pilihan Sulit Trump Soal Iran: Capai Kesepakatan Damai atau Kembali Berperang
Presiden AS, Donald Trump dihadapkan dengan dua pilihan sulit, mencapai kesepakatan damai sementara atau kembali berperang dengan Iran.
Ketegangan diplomatik ini kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade militer AS di Selat Hormuz tidak akan dikendurkan sedikit pun.
Trump menginstruksikan tim negosiatornya untuk "tidak terburu-buru" dan memastikan kesepakatan benar-benar ditandatangani secara sah di atas kertas sebelum mencabut sanksi.
Di sisi lain, Iran melalui juru bicara parlemennya, Ebrahim Rezaei, menyatakan bahwa Teheran tidak akan mempan digertak oleh ancaman militer maupun ekonomi.
Baca juga: Netanyahu Frustrasi, Akui Sulit Kendalikan Sikap Trump soal Perang Iran-AS
Melalui X, Rezaei menekankan diplomasi harus berjalan setara dengan prinsip "aksi dibalas aksi."
"Jika Amerika Serikat menginginkan kesepakatan yang adil, mereka harus bernegosiasi tanpa tekanan."
"Namun, jika mereka lebih memilih melihat harga bensin dunia meroket hingga 6 dolar per galon, silakan teruskan gertakan mereka," tegas Rezaei.
(Tribunnews.com/Whiesa)