Selasa, 2 Juni 2026

5 Populer Internasional: Sosok Agen CIA Gelapkan 300 Batang Emas - Sistem Arash-e Kamangir Iran

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya sistem Arash-e Kamangir Iran yang mampu lumpuhkan drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat

Tayang:

Penemuan kelima orang tersebut, memang memberikan dorongan semangat bagi tim penyelamat.

Namun, Richards memperingatkan bahwa proses evakuasi tidak akan mudah karena jarak pandang yang sangat buruk dan terowongan sempit yang harus dilalui tim penyelamat.

Tantangan utama yang dihadapi adalah membawa para pria yang terjebak keluar melalui sistem gua berbahaya yang kemungkinan sulit mereka lalui sendiri.

Menurut ABC, tim penyelamat menghabiskan berhari-hari melawan banjir, puing-puing longsor, dan lorong gua yang sempit sebelum menemukan kelompok tersebut dalam keadaan hidup.

Beberapa celah dilaporkan hanya selebar 60 sentimeter.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Pernyataan Lengkap Presiden Prabowo di Prancis

Presiden RI Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Istana Élysée, Paris, Prancis, Kamis  28 Mei 2026.

Dalam kunjungan itu, Presiden Prabowo dan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron melaksanakan keterangan pers bersama.

Macron mengapresiasi kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Paris yang berlangsung tepat satu tahun setelah dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Presiden Macron menilai Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi Prancis di kawasan Indo-Pasifik.

“Indonesia adalah mitra penting strategis dari Indo-Pasifik dan saya yakin ini juga bagian dari keyakinan Bapak Prabowo,” ujar Presiden Macron.

Sementara Prabowo menegaskan ini adalah ketiga kalinya dia mengunjungi Prancis dalam satu tahun.

Berikut petikan lengkap pernyataan Prabowo di hadapan Presiden Macron.

Yang saya hormati Yang Mulia Presiden Emmanuel Macron, Presiden Republik Prancis;
Para menteri dan pejabat tinggi Prancis dan Indonesia yang saya hormati; 
Rekan-rekan media yang saya muliakan. 

Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Bonjour, 
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Pertama-tama, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, penghargaan yang setinggi-tingginya atas penerimaan yang begitu besar, yang begitu baik, penuh kehormatan untuk saya dan delegasi saya. 

Sebagaimana diketahui, tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Prancis. Dan, tahun lalu Indonesia mendapat kehormatan besar diundang bisa ikut dalam defile 14 Juli, hari kebangsaan bagi Republik Prancis. Ini saya kira kehormatan sangat besar, mungkin kita negara Asia pertama yang defile di benua Eropa. Saya sependapat, Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Iran Tak Kehabisan Taring, Sistem Arash-e Kamangir Disebut Bisa Lumpuhkan Drone Reaper

Iran mengklaim berhasil menjatuhkan drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat (AS) menggunakan sistem pertahanan udara baru bernama Arash-e Kamangir di dekat Selat Hormuz.

Dilansir Al Jazeera, insiden itu disebut menjadi penggunaan tempur pertama sistem pertahanan udara lokal Iran tersebut sejak diperkenalkan.

Media Iran menyebut drone pengintai milik AS itu ditembak jatuh di sekitar Pulau Qeshm, kawasan strategis yang berada di jalur pelayaran Selat Hormuz.

Klaim tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meski pembicaraan gencatan senjata masih berlangsung.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, mengatakan Arash-e Kamangir digunakan untuk mencegat “target musuh” di wilayah udara sensitif Iran.

Iran menggambarkan sistem tersebut memiliki kemampuan deteksi siluman, meski belum banyak detail teknis yang dipublikasikan ke publik.

“Operasi ini adalah pesan yang jelas dan tegas dari Iran,” tulis Fars mengutip pernyataan pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Nama Arash-e Kamangir diambil dari tokoh legenda Persia “Arash sang pemanah” yang dikenal dalam cerita rakyat Iran sebagai simbol pertahanan wilayah dari ancaman asing.

Hingga kini belum ada verifikasi independen terkait klaim penembakan drone tersebut.

Sejumlah analis mengatakan Iran memang masih memiliki sistem pertahanan udara bergerak yang dirancang untuk menghadapi drone dan pesawat pengintai.

Klaim Iran itu langsung menarik perhatian karena MQ-9 Reaper merupakan salah satu drone paling penting milik militer Amerika Serikat.

Drone buatan General Atomics tersebut selama ini digunakan untuk misi pengawasan, pengintaian, hingga serangan presisi di berbagai kawasan konflik Timur Tengah.

MQ-9 Reaper dikenal mampu terbang dalam durasi panjang dengan membawa sensor pengintai canggih dan persenjataan rudal berpemandu.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Sesuai Minatmu
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved