Idul Adha 2026
Pembelaan Pejabat Malaysia Usai Tembak Sapi Kurban: Siapa Bertanggung Jawab Jika Ada yang Tewas?
Video Abu Bakar Hamzah tembak sapi kurban viral, picu kontroversi senjata api, kesejahteraan hewan, dan penyelidikan polisi.
“Apakah dia membawa senjata untuk semua acara publik?” tulis seorang pengguna. “Memiliki senjata secara legal tidak berarti Anda bisa secara legal begitu saja melepaskan tembakan,” komentar pengguna lainnya.
Sementara itu, Mufti Perlis Mohd Asri Zainul Abidin menyatakan bahwa hewan ternak yang halal tetapi terlalu berbahaya atau sulit ditangkap dapat ditembak atau dilumpuhkan terlebih dahulu sebelum disembelih.
Meski demikian, anggota parlemen Jelutong, Sanisvara Nethaji Rayer, mempertanyakan alasan Abu Bakar membawa senapan ke acara keagamaan tersebut.
“Video viral itu jelas menunjukkan sapi berdiri di area terbuka. Tidak ada seorang pun terlihat berada di dekat sapi. Sapi berdiri diam dan tidak menyerang siapa pun atau kerumunan,” kata Rayer dalam pernyataannya. “Lalu mengapa Abu Bakar menembak sapi itu?” lanjutnya.
Rayer mendesak polisi untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan mempertimbangkan tindakan hukum terhadap pemimpin negara bagian Perlis tersebut.
Di sisi lain, polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai kasus tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Aparat juga memperingatkan bahwa tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dapat dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku.
(South China Morning Post/Asiaone/Tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gubernur-Perlis-Malaysia-tembak-sapi-kurban-pakai-Shotgun.jpg)