Konflik Iran Vs Israel
Iran dan AS Sepakat Akhiri Perang, Selat Hormuz Akan Kembali Dibuka
Iran sepakat membuka lagi Selat Hormuz untuk jalur pelayaran kapal dan akan dibuka setelah kesepakatan damai diteken kedua pihak.
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat dan Iran akhirnya mencapai kesepakatan mengakhiri perang yang pecah sejak akhir Februari 2026.
- Iran sepakat membuka lagi Selat Hormuz untuk jalur pelayaran kapal dan akan dibuka setelah kesepakatan damai diteken kedua pihak.
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat dan Iran akhirnya mencapai kesepakatan mengakhiri perang mereka yang telah berlangsung berbulan-bulan sejak akhir Februari 2026 lalu.
Kabar ini disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump di akun media sosial hari Minggu, 14 Juni 2026 dengan kesepakatan membuka kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia, setelah kesepakatan itu ditandatangani.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai," kata Trump, menambahkan bahwa "minyak akan mengalir di kedua ujungnya lagi" setelah nota kesepahaman ditandatangani pada hari Jumat dan selat dibuka kembali.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan di televisi pemerintah bahwa pertempuran di semua front, termasuk di Lebanon, akan segera dan secara permanen berakhir. Tetapi ia menambahkan bahwa Iran akan menerapkan nota kesepahaman tersebut setelah ditandatangani secara resmi.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengutip sumber, juga melaporkan pada hari Senin waktu setempat bahwa selat akan dibuka kembali setelah kesepakatan ditandatangani pada hari Jumat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada hari Jumat di televisi pemerintah bahwa Iran akan mengenakan biaya layanan untuk kapal yang melewati selat tersebut, meskipun Trump dan tim negosiatornya telah menegaskan kembali bahwa mereka menentang Teheran memungut biaya tol.
Baca juga: Trump Kecam Aksi Israel Serang Lebanon saat Negosiasi Iran hampir Final
Setelah perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata yang rapuh pada awal April, tetapi mereka saling baku tembak setelah jatuhnya helikopter AS di atas selat tersebut awal bulan ini.
Sejak awal konflik, selat tersebut, jalur air sempit antara Iran dan Oman yang dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia sebelum perang, telah ditutup secara efektif, mengacaukan pasar energi dan menimbulkan ketidakpastian atas ekonomi global.
Situasi Timur Tengah diperkirakan akan dibahas pada KTT Kelompok Tujuh (G7) selama tiga hari mulai Senin di Evian-les-Bains, Prancis, dengan Trump dijadwalkan hadir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-Trump-saat-mengumumkan-peluncuran-TrumpRX.jpg)