Kamis, 18 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

14 Pasal Nota Kesepahaman AS-Iran yang Resmi Berlaku Hari Ini

IRNA merilis 14 pasal nota kesepahaman AS-Iran. Presiden AS Trump dan Presiden Iran Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni 2026.

Tayang:
Facebook The White House
TRUMP TANDATANGANI DOKUMEN - Foto diambil dari The White House, Kamis (18/6/2026). Presiden Donald J. Trump menandatangani proklamasi yang memajukan Kebijakan Perikanan "America First" pada 11 Juni 2026. Pada 17 Juni 2026, IRNA merilis 14 pasal nota kesepahaman AS-Iran. Presiden AS Trump dan Presiden Iran Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat dan Iran resmi menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni 2026 yang menandai dimulainya proses perdamaian setelah perang di Timur Tengah.
  • Perjanjian itu memuat gencatan senjata permanen, pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, pelonggaran sanksi terhadap Iran, serta negosiasi lanjutan selama 60 hari.
  • Iran juga menegaskan tidak akan mengembangkan senjata nuklir, sementara AS berkomitmen mencabut blokade dan membuka akses aset Iran yang dibekukan.

TRIBUNNEWS.COM - Sinyal perdamaian mulai terlihat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman pada Rabu, 17 Juni 2026.

Kedua pemimpin tersebut menandatangani salinan teks yang lebih dulu ditandatangani secara digital oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan kepala negosiator Iran Mohammad Baqer Qalibaf, yang disaksikan Trump, pada hari Minggu (14/6/2026).

Perjanjian itu ditandatangani secara terpisah, di mana Trump menandantangani salinan itu saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles, Prancis, Rabu (17/6/2026).

Pada hari yang sama, Pezeshkian juga menandatangani dokumen itu dari pihak Iran, dan pemerintah Iran mengonfirmasi teks nota kesepahaman telah selesai ditandatangani oleh kedua presiden.

Menyusul kabar baik tersebut, Iran dan AS merilis rincian nota kesepahaman yang berisi 14 pasal.

Pasal-pasal tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan negosiasi yang akan berlangsung selama 60 hari ke depan untuk mengakhiri perang.

Pakistan, yang menjadi mediator AS-Iran, mengonfirmasi nota kesepahaman mulai berlaku setelah ditandatangani kedua pihak.

"Penandatanganan nota kesepahaman AS-Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah berarti Teheran akan membuka kembali Selat Hormuz dengan segera dan blokade Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan berakhir segera," kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Kamis (18/6/2026).

Dengan berlakunya perjanjian itu, upacara penandatanganan yang awalnya dijadwalkan di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026 dibatalkan.

Sementara itu, baik Iran maupun AS sama-sama menunjukkan sikap waspada jika nota kesepahaman dilanggar maka perang dapat kembali ke eskalasi militer.

Mengutip IRNA dan The New York Times, berikut 14 pasal dalam perjanjian AS dan Iran.

Baca juga: Trump dan Pezeshkian Tandatangani Perjanjian AS-Iran, Kini Resmi Berlaku

14 Pasal Nota Kesepahaman AS-Iran

  1. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran beserta sekutu-sekutunya dalam perang saat ini, dengan menandatangani MoU ini, menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon, dan berjanji mulai sekarang untuk tidak memulai perang atau operasi militer apa pun terhadap satu sama lain, dan untuk menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap satu sama lain, serta menjamin integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon. Kesepakatan akhir akan mengkonfirmasi penghentian permanen perang di semua front, termasuk di Lebanon, dan ketentuan lain dalam paragraf ini. 
  2. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran berjanji untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing serta untuk tidak saling mencampuri urusan internal masing-masing.
  3. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan akhir dalam waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama. 
  4. Segera setelah penandatanganan MoU ini, Amerika Serikat akan mulai mencabut blokade angkatan lautnya dan segala gangguan atau hambatan terhadap Republik Islam Iran, dan akan sepenuhnya mengakhiri blokade angkatan laut dalam waktu 30 hari. Selama periode ini, lalu lintas kapal akan sebanding dengan jumlah lalu lintas pra-perang yang dipulihkan oleh Republik Islam Iran. Amerika Serikat selanjutnya berjanji untuk menarik pasukannya dari dekat Republik Islam Iran dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan akhir. 
  5. Setelah penandatanganan MoU ini, Republik Islam Iran akan melakukan upaya terbaiknya untuk memastikan kelancaran lalu lintas kapal dagang tanpa biaya selama 60 hari saja dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya. Lalu lintas kapal dagang akan segera dimulai, dan dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menghilangkan hambatan teknis dan militer serta pembersihan ranjau oleh Republik Islam Iran, akan diberlakukan dalam waktu 30 hari. Republik Islam Iran akan melakukan dialog dengan Kesultanan Oman untuk menentukan administrasi dan layanan maritim di masa depan di Selat Hormuz dalam diskusi dengan negara-negara pesisir Teluk Persia lainnya sesuai dengan hukum internasional yang berlaku dan hak kedaulatan negara-negara pesisir Selat Hormuz. 
  6. Amerika Serikat, bersama dengan mitra regional, berkomitmen untuk mengembangkan rencana pasti yang disepakati bersama dengan dana setidaknya $300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Republik Islam Iran. Mekanisme pelaksanaan rencana ini akan diselesaikan sebagai bagian dari kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari. Semua lisensi, pengecualian, dan izin yang diperlukan untuk transaksi keuangan terkait akan diberikan oleh Amerika Serikat.
  7. Amerika Serikat berjanji untuk mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Republik Islam Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB, yaitu resolusi Dewan Gubernur IAEA dan semua sanksi unilateral AS, baik primer maupun sekunder, sesuai jadwal yang disepakati sebagai bagian dari kesepakatan akhir. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat mengakui pentingnya isu pengakhiran sanksi yang disebutkan di atas, dan menyatakan niat mereka untuk segera membahas isu-isu ini dalam negosiasi, guna mencapai kesepakatan bersama.
  8. Republik Islam Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah sepakat untuk menyelesaikan penanggulangan material yang diperkaya yang telah ditimbun, sesuai dengan mekanisme yang akan disepakati bersama sesuai dengan jadwal yang disebutkan dalam Paragraf Tujuh, dengan metodologi minimum berupa penurunan kadar uranium di tempat di bawah pengawasan IAEA. Kedua pihak juga sepakat untuk membahas masalah pengayaan dan hal-hal lain yang disepakati bersama terkait dengan kebutuhan nuklir Republik Islam Iran berdasarkan kerangka kerja yang memuaskan yang disepakati dalam kesepakatan akhir. Kesepakatan akhir akan mengkonfirmasi ketentuan paragraf ini. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran mengakui pentingnya isu-isu nuklir yang disebutkan di atas dan menyatakan niat mereka untuk segera membahas isu-isu ini dalam negosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama. 
  9. Sembari menunggu kesepakatan akhir, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sepakat untuk mempertahankan status quo. Republik Islam Iran akan mempertahankan status quo program nuklirnya saat ini, dan Amerika Serikat tidak akan memberlakukan sanksi baru dan tidak akan mengerahkan pasukan tambahan di kawasan tersebut.
  10. Amerika Serikat menjamin bahwa segera setelah penandatanganan MoU ini hingga pencabutan sanksi, Departemen Keuangan AS akan mengeluarkan pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk dan turunan minyak bumi, serta semua layanan terkait, termasuk transaksi perbankan, asuransi, transportasi, dan lain-lain.
  11. Amerika Serikat berjanji untuk sepenuhnya menyediakan dana dan aset Republik Islam Iran yang dibekukan atau dibatasi untuk digunakan setelah implementasi Nota Kesepahaman ini. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran akan saling menyepakati prosedur terkait pelepasan dana tersebut selama negosiasi. Dana tersebut, baik yang tetap berada di rekening asli maupun yang ditransfer, akan sepenuhnya dapat digunakan untuk pembayaran kepada penerima manfaat akhir yang ditunjuk oleh Bank Sentral Republik Islam Iran. Amerika Serikat berjanji untuk menerbitkan semua lisensi dan otorisasi yang diperlukan sesuai dengan ketentuan.
  12. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sepakat bahwa mekanisme eksekutif akan dibentuk untuk memantau keberhasilan implementasi MoU ini dan kepatuhan di masa mendatang terhadap kesepakatan akhir. 
  13. Setelah penandatanganan MoU ini dan dengan syarat dimulainya implementasi Paragraf 1, 4, 5, 10 dan 11 dari MoU ini serta berlanjutnya implementasi langkah-langkah tersebut, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran akan memulai negosiasi mengenai kesepakatan akhir secara eksklusif pada paragraf-paragraf lainnya.
  14. Kesepakatan akhir akan disahkan melalui resolusi [Dewan Keamanan PBB] yang mengikat. 

Latar Belakang Perang AS-Israel Vs Iran

Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah pada 28 Februari 2026 setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran menyusul kegagalan perundingan nuklir di Jenewa, Swiss.

AS dan Israel menuduh Teheran tengah mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran menegaskan program nuklirnya hanya bertujuan untuk kepentingan sipil dan damai.

Ketegangan semakin meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan wafat dan digantikan oleh Mojtaba Khamenei.

Sebagai balasan atas serangan yang diterimanya, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk Persia, serta memperketat pengawasan terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved