Setelah Olahraga, Lebih Baik Mandi Air Dingin Atau Air Panas?
Mandi air dingin atau air hangat setelah olahraga, ternyata memiliki manfaatnya masing-masing.
Namun, mandi air hangat juga berpotensi membawa dampak buruk pada tubuh, seperti membuat kulit kering, mengundang gatal-gatal, hingga meningkatkan tekanan darah.
Kesimpulannya adalah, air hangat maupun dingin, memiliki plus dan minusnya masing-masing.
Seorang dokter bernama dr. Sebastian Kneipp, menciptakan teknik, agar kita bisa mendapatkan manfaat keduanya. Ketika mandi, gunakan air dingin terlebih dahulu, dan berdiri di bawah kucuran airnya selama satu menit.
Setelah itu, ganti airnya menjadi air yang tidak dingin atau hangat untuk satu menit selanjutnya. Lakukan hal ini sebanyak 3-5 kali. Menurut dr.
Sebastian Kneipp, manfaat kesehatan dari air dingin akan membuat semua aliran darah melaju ke area tengah tubuh.
Kemudian, ketika air hangat mengenai tubuh, pembuluh darah akan terbuka, dan seluruh darah yang berada di tengah itu, akan menyebar lagi.
Menurut dr. Sebastian Kneipp, hal ini sangat bagus untuk detoksifikasi. Sebelum membiasakan diri untuk mandi setelah olahraga, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Jadi, kita bisa mengetahui rekomendasi waktu untuk menunggu setelah olahraga, sebelum diperbolehkan mandi.
Selain menunggu kulit untuk kering dari keringat, kita juga disarankan menunggu 30 menit dan melakukan pose yoga, untuk “pendinginan” tubuh. Setelah itu, baru lah diperbolehkan untuk mandi.
Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Habis Olahraga, Lebih Baik Mandi dengan Air Dingin atau Hangat?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kepala-pancuran-untuk-mandi.jpg)