Ashraf Sinclair Meninggal

Ini Penjelasan Mengapa Penyakit Jantung Makin Banyak Terjadi Pada Kaum Muda

penyakit jantung semakin banyak terjadi pada kaum muda khususnya perempuan.

Ini Penjelasan Mengapa Penyakit Jantung Makin Banyak Terjadi Pada Kaum Muda
Tribunnews/JEPRIMA
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC) Puti Sarah Saus saat melakukan demonstrasi tindakan echocardiography atau USG Jantung, tujuannya untuk melihat anatomi atau struktur dari jantung disela-sela peresmian Ruang Cardiovascular Center di RS MMC, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020). Cardiovascular Center merupakan pelayanan yang terintegrasi. Artinya, pasien dapat memperoleh pelayanan konsultasi bersama spesialis, diagnosa secara menyeluruh, pengambilan obat di lantai yang sama hingga terapi penyakit jantung koroner. Jika dibutuhkan tindakan lebih lanjut, pasien dapat melakukan terapi penyakit jantung koroner secara langsung, seperti pemasangan ring dan operasi bypass jantung di lokasi yang sama. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor yang juga suami dari aktris dan penyanyi Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair, meninggal akibat serangan jantung, Selasa (18/2/2020).

Kabar duka ini tentu mengagetkan banyak orang, mengingat Ashraf masih berusia relatif muda, 40 tahun.

Apalagi, Ashraf disebut-sebut tidak memiliki riwayat jantung. Aktor kelahiran Inggris berkebangsaan Malayasia ini juga terlihat memiliki badan yang sehat dan bugar.

Apa yang terjadi dengan Ashraf menunjukkan, penyakit jantung yang biasanya disebut penyakitnya orangtua tidak lagi sepenuhnya benar.

Melansir American Heart Association, berdasarkan penelitian baru yang AHA Journal Circulation publikasikan, penyakit jantung semakin banyak terjadi pada kaum muda khususnya perempuan.

Padahal, selama ini kelompok usia muda tidak menjadi perhatian dalam penelitian kardiovaskular.

Baca: Peringatan Dini BMKG: Hujan Sedang dan Lebat Disertai Petir Berpeluang Terjadi di Jakarta

Dalam penelitian tersebut, peneliti mengambil sampel lebih dari 28.000 orang yang dirawat di rumah sakit akibat serangan jantung sejak 1995-2014.

Baca: Ungkapan Duka Cita Artis Banjiri Postingan Terakhir Ashraf di Instagram

Hasilnya, 30% di antaranya atau sekitar 8.400 penderita datang dari kelompok usia 35-54 tahun.

Persentase penderita kalangan muda ini semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Baca: Bikin Miris, Siswi SMA Buang Bayi Hasil Hubungan Intim dengan Adik Kandung Kelas 6 SD

Sebab, saat di awal penelitian, mereka mendapatkan penderita usia muda hanya ada di angka 27%, tetapi pada akhirnya naik menjadi 32%.

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved