Breaking News:

Demam Berdarah

Penderita Demam Berdarah Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Saran Dokter untuk Mencegahnya

Penyakit demam berdarah termasuk penyakit yang tiap tahun terjadi di Indonesia.

kenary820/shutterstock
Ilustrasi demam berdarah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyakit demam berdarah termasuk penyakit yang tiap tahun terjadi di Indonesia. 

Bahkan di tengah pandemi virus corona (Covid-19), pasien demam berdarah terus meningkat yang per 21 April 2020 mencapai 45.266 kasus.

Saat terkena demam berdarah dr. Malik Ibrahim, Sp.PD menyarankan agar melakukan terapi cairan yakni dengan banyak minum.

Alasan yang pertama saat terkena demam berdarah maka akan merusak sel cairan darah sehingga bisa menimbulkan dehidrasi yang bisa membuat tubuh semakin lemah.

Baca: Kasus Meninggal akibat Virus Corona Menurun, Pasien Sembuh Bertambah 913 Orang

“Yang paling utama kecukupan cairan karena pada DBD virusnya merusak sel cairan darah, sehingga sering terjadi dehidrasi dan shock dan perlu dijaga asupan caairan yang memadai,” ungkap dr. Malik saat live di Elshinta, Rabu (22/4/2020).

Pastikan saat sakit konsumisi air seperti waktu sehat minimal 2 liter air per hari bisa dengan mengonsumsi minuman isotonik agar tubuh tidak terjadi dehidrasi.

Minum yang banyak saat sakit demam berdarah juga bermanfaat untuk menurunkan suhu tubuh, karena biasanya saat demam berdarah suhu tubuh meningkat.

“Kecukupan cairan dan dan ion mebantu menurunkan suhu tubuh yang salah satu tanda demam berdarah. Jadi suhu tubuh normal lagi, trombosit dapat kembali dan membantu oksigenassi ke seluruh tubuh,” pungkas dr. Malik.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved