Virus Corona

New Normal Berkontribusi Besar Dalam Hadapi Covid-19, Mulai Dari 4 Hal Ini

Perubahan perilaku ini memang sulit tapi sangat berpengaruh besar terhadap pengendalian pandemi

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Aktifitas pekerja saat jam pulang kantor di kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas Jakarta, Senin (16/3/2020). Himbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak diindahkan sejumlah perusahaan yang berada di sekitar Jalan Sudirman-Thamrin, hal itu terlihat dari masih banyaknya aktifitas pekerja dan kemacetan lalulintas. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di masa pandemi virus corona atau Covid-19 ini muncul kebiasan-kebiasan baru yang dikenal dengan istilah new normal untuk menjaga diri dari ancaman terinfeksi.

New normal ini tidak hanya dilakukan satu orang, tapi juga harus serempak dilakukan karena semua orang berisiko tekena virus yang menyerang saluran pernapasan itu.

Baca: Mengapa Warga Nekat Berkerumun di Pasar dan Mal Padahal Sedang Corona? Ini Penjelasan Ahli

Dokter dan Ahli Epidemologi Penyakit Menular, dr. Dicky Budiman M.Sc.PH., PHD mengungkapkan perubahan perilaku ini memang sulit tapi sangat berpengaruh besar terhadap pengendalian pandemi.

Kebiasaan baru ini bisa dimulai dengan menjaga kebersihan diri mulai dari mencuci tangan, menggunakan masker saat bepergian, menghindari keramaian, dan menjaga jarak

"Untuk masyarakat personal hygiene seperri cuci tangan, jaga jarak, ini bukan barang baru tapi covid-19 inilah yang membuka mata yang menyadarkan kita," kata dr. Dicky saat live talkshow bersama Gringgo Talkaholic, Jumat (22/5/2020).

Kalau empat perilaku tersebut dapat dilakukan dengan baik maka sesuai dengan pernyataan WHO atau organisasi kesehatan nasional bisa berkontribusi 80 persen dalam membasmi pandemi.

"Nggak rumit dengan empat faktor itu saja 80 persen kontribusinya secara signifikan mengurangi kecepatan satu pandemi," ungkap dr. Dicky.

Dr. Dicky menjelaskan mengubah perilaku ini hanya soal kebiasaan dan seharusnya bisa menjadi kebiasaan baru kalau terus-terusan dilakukan minimal 18 hari.

Baca: Pilihan Busana Rayakan Hari Raya Idul Fitri dari Rumah Saja

Kalau dua bulan sudah pandemi berlangsung dan banyak yang belum menjadikan gaya hidup bersih sebagai perilaku baru yang wajib dilakukan maka perlu mengevaluasi strategi yang diterapkan kepasa masyarakat dlama menangani covid-19.

"Nah artinya kalau 18 belum berubah, harus evaluasi artinya blm ada strategi tepat untuk membantu masyarakat mengubah perilaku karena mereka butuh pemahaman dulu soal potensinya kematian, potensi masih lama berlangsung, sehingga harus mengubah pola perilaku," pungkas dr. Dicky.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved