Breaking News:

Penanganan Covid

Ini Lima Kejadian Ikutan Terbanyak Pasca Vaksinasi Covid-19 Menurut Komnas KIPI

Setidaknya ada lima laporan terbanyak yang diterima Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) baik pusat dan daerah terkait KIPI Covid-19.

Tribunnews/HO/Puspen TNI
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 AstraZeneca di Mabes TNI yang dilaksanakan oleh Pusat Kesehatan (Puskes) TNI dan diberikan kepada PNS Unit Organisasi Mabes TNI dengan target 2.850 vaksin, bertempat di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021). Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan 130.000 vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diberikan oleh Pemerintah melalui Menteri Kesehatan, yang akan didistribusikan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI di 10 Provinsi Indonesia. Tribunnews/HO/Puspen TNI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setidaknya ada lima laporan terbanyak yang diterima Komisi Nasional (Komnas) Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) baik pusat dan daerah terkait KIPI Covid-19.

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan mengatakan, kelimanya adalah sakit kepala, mual, muntah, nyeri otot, maupun pusing.

"Itu yang sebagian besar masuk (laporan KIPI-nya) tapi itu semua menghilang satu dua hari tanpa pengobatan, kadang yang diobati tapi 5 besar banyak masuk itu," ujarnya dalam konferensi pers virtual yang digelar Kemenkes, Minggu (4/4/2021).

Menurut Hindra,  KIPI merupakan hal wajar karena cermin dari respons kekebalan seseorang. Misalnya ketika disuntik, lokasi penyuntikan terasa nyeri, memerah, atau bengkak.

Baca juga: Kemenkes: Vaksinasi Covid-19 Tetap Dilanjutkan Selama Bulan Ramadan

"Kita berikan vaksin, kita berikan suatu antigen, kita berikan suatu produk biologi berarti vaksinnya berkhasiat," ungkapnya.

Sebelum vaksin digunakan masyarakat luas, Hindra menyakinkan semua kejadian ikutan tersebut telah tercatat dan diamati ketika vaksin menjalani uji klinik fase 1 dan fase 2.

Baca juga: Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Menjalani Vaksinasi Covid-19 di Bulan Ramadan

Untuk itulah ia mengatakan, vaksin yang beredar di masyarakat telah dipastikan keamanan dan khasiatnya.

"Semua dicatat, diamati dibuat proporsinya kalau itu terbukti dan tercatat aman barulah keluar izin penggunaan darurat vaksin," ucap Hindra.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved