Breaking News:

Virus Corona

Mengenal Terapi Plasma Convalesen dan Sang Inisiatornya, Dokter Theresia Monica Rahardjo

dr Theresia Monica Rahardjo SpAn KIC MSi mengatakan, banyak informasi keliru mengenai terapi plasma konvaesen yang beredar du masyarakat.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas menyiapkan tempat isolasi untuk pasien Covid-19 kategori orang tanpa gejala (OTG) di Aula Masjid Hasyim Asyari, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (25/6/2021). Masjid Hasyim Asyari dipersiapkan untuk tempat isolasi mandiri pasien OTG dikarenakan jumlah kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah melonjaknya kasus Covid-19 permintaan Terapi Plasma Konvalesen (TPK) juga turut meningkat.

Ahli Terapi Plasma Konvalesen (TPK) Dr dr Theresia Monica Rahardjo SpAn KIC MSi mengatakan, banyak informasi keliru mengenai terapi plasma konvaesen yang beredar du masyarakat.

Dia menjelaskan, keberhasilan penerapan terapi tambahan Covid-19 ini dipengaruhi oleh tiga faktor.

Yakni dosis yang benar, kadar antibodi, dan pemberian plasma diwaktu yang tepat. Hal itu disampaikan dr Monica dalam perbincangannya bersama Tribun Network, Jumat (16/7/2021).

"(Pemahaman tentang terapi plasma konvalesen sering salah juga. Ada salah pemahaman di masyarakat kita, teman sejawat dokter misalnya kalau sudah kritis baru dikasih plasma, ya enggak begitu," ujarnya.

Ia memaparkan, terapi plasma konvalesen atau TPK merupakan teknik memindahkan antibodi dari dalam plasma penyintas Covid-19 kepada pasien Covid-19 yang masih sakit.

Intinya booster antibodi atau antibodi instan yang dimasukan ke dalam tubuh pasien yang sakit sehingga pasien memiliki antibodi tambahan untuk membasmi virus.

Diharapkan, melalui terapi sederhana, spesifik, terjangkau, serta memiliki banyak sumber daya manusia ini, seorang pasien bergejala sedang hingga kritis dapat tertolong.

Berikut petikan wawancara Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dan Manager Pemberitaan Tribun Network Rachmat Hidayat dengan dr Theresia Monica Rahardjo SpAn KIC MSi tentang terapi plasma konvalesen:

Bagaimana Anda melihat situasi pandemi Covid-19 saat ini?

Halaman
1234
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved