Saat Anak Tak Mau Makan, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Anak tak mau makan atau diilustrasikan sebagai gerakan tutup mulut (GTM) dilakukan bayi saat memasuki tahap mengonsumsi MPASI.

Editor: Willem Jonata
Shutterstock
Pemberian MPASI organik untuk bayi seperti bubur organik dan camilan organik, dapat memberikan banyak manfaat untuk bayi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anak tak mau makan atau diilustrasikan sebagai gerakan tutup mulut (GTM) dilakukan bayi saat memasuki tahap mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI).

Namun, pada dasarnya GTM pada anak adalah wajar. 

Hal ini diungkapkan oleh Dokter spesialis anak, dr. Reza Abdussalam dalam acara Mothercare, kolaborasi BEABA dan Modern Parent di Jakarta Barat, Rabu (15/9/2022).

Karenanya, orangtua, kata dr Reza tidak perlu khawatir atau bingung. Yang terpenting orangtua perlu sabar dan pantang menyerah saat anak melakukan GTM. 

Baca juga: Cara Pemberian MPASI yang Aman dan Benar untuk Cegah Stunting

"Itu lazim, semua anak mengalami. Yang paling penting jangan menyerah dan terus belajar. Anak tidak bisa langsung mau dengan makanan, lakukan perlahan. Lalu jangan lupa eksplorasi dan kreasikan makanan,"ungkapnya saat ditemui di bilangan Jakarta, Rabu (15/9/2022). 

Pendapat yang sama pun diungkapkan oleh MPASI Enthusiast sekaligus founder @MammaKanin, Inta Heruwanto, M.Sc. Kunci sukses berikan MPASI pada anak adalah kesabaran dari orangtua. 

Karena, terkadang faktor timbulnya tidak disadari oleh orangtua sendiri dan anak belum dapat menyampaikan apa yang dirasakan. Misalnya, anak alami GTM karena tumbuh gigi.

Kedua, ada sesuatu yang salah dari makanan. Misalnya seperti membuatkan opor ayam pada anak, bawang merah dimasukkan terlalu banyak, sehingga rasanya agak tajam. 

Ketiga, GTM bisa disebabkan karena hal tidak terduga. Misalnya pada kasus ini. 

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved