WHO dan Unicef: Menyusui Penting Sebagai Vaksin Pertama Bayi yang Lahir
WHO dan UNICEF menyoroti pentingnya sistem kesehatan Indonesia meningkatkan dukungannya bagi para ibu menyusui.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Wahyu Aji
Agar ibu dapat mempraktikkan pemberian ASI eksklusif sejak dini, ibu perlu mendapat dukungan penuh dari keluarga, petugas kesehatan, anggota masyarakat, dan tokoh masyarakat, sejak anak lahir.
Konseling menyusui yang berkualitas oleh petugas kesehatan masyarakat, konselor sebaya, perawat, bidan, konselor laktasi, atau penyedia layanan kesehatan lainnya selama kehamilan dan pascapersalinan sangat penting untuk meningkatkan angka pemberian ASI.
Ibu juga memerlukan dukungan, waktu, dan ruang yang memadai untuk menyusui dengan sukses setelah melahirkan.
Sistem kesehatan juga perlu memperkuat penerapan dan pemantauan Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI, yang dirancang untuk melindungi dan mempromosikan pemberian ASI, dan untuk memastikan penggunaan pengganti ASI yang tepat.
“Saat ini, 90 persen dari semua persalinan di Indonesia dilakukan di fasilitas layanan kesehatan, tetapi hanya sekitar satu dari empat bayi baru lahir yang menerima ASI dalam jam pertama setelah persalinan,” kata Perwakilan WHO untuk Indonesia Dr. N. Paranietharan.
Baca juga: Dokter Jelaskan ASI Bisa Bantu Tangani Alergi Susu Sapi pada Anak
Untuk menutup kesenjangan tersebut, WHO berkomitmen untuk mendukung Kementerian Kesehatan dalam mengintegrasikan bantuan menyusui ke dalam semua fasilitas perawatan ibu dan bayi baru lahir, guna memastikan bahwa setiap anak menerima awal kehidupan yang terbaik.
Selama Pekan ASI Sedunia 2024, yang diperingati pada 1-7 Agustus dengan tema “Menutup Kesenjangan: Dukungan Menyusui untuk Semua,” UNICEF dan WHO menyerukan tindakan khusus oleh pemerintah – baik nasional maupun sub-nasional – dan pemangku kepentingan untuk lebih mendukung semua ibu menyusui.
10 Negara dengan Angka Kelahiran Bayi Terendah: Ada Ukraina hingga Tetangga Indonesia |
![]() |
---|
10 Negara dengan Angka Kelahiran Bayi Tertinggi di Dunia, Indonesia Masuk Daftar? |
![]() |
---|
Kronologi Siswi SMA di Wonogiri Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Jasad Ditemukan di Sungai |
![]() |
---|
Kronologi Kepala Bayi Putus saat Persalinan di Puskesmas Tapanuli Tengah, Dinkes Bantah Malapraktik |
![]() |
---|
Target Indonesia Emas 2045, Tapi Ada Kasus Cacingan, Pakar Kesehatan: Itu Menyedihkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.