Kerja Sama Antar Rumah Sakit Jadi Kunci Tangani Penyakit Jantung di Daerah
Saat ini ada perubahan paradigma besar dalam dunia kesehatan yakni era kolaborasi antar institusi kesehatan.
"Sehingga mampu menghadirkan yang lebih baik bagi masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau, tanpa harus mengorbankan kualitas perawatan," katanya.
dr. Tirtamulya Juandy, Direktur Bethsaida Hospital Serang mengatakan, dengan saling membuka pintu, saling mengisi kekosongan kompetensi dan fasilitas, kualitas layanan bisa disebar, bukan dipusatkan.
"Lebih dari sekadar kolaborasi operasional, kerja sama ini adalah langkah sistemik. tenaga medis lokal kini bisa mendapat pelatihan langsung dari para ahli Jakarta Heart Center," katanya.
Mereka belajar bukan hanya cara memasang stent atau melakukan operasi bypass, tetapi juga bagaimana menangani pasien dengan empati dan presisi.
Tidak hanya dokter, perawat, analis laboratorium, hingga tim administrasi pun mendapat pembekalan.
"Tak kalah penting, kerja sama ini membuat layanan jantung menjadi lebih terjangkau," katanya.
Biaya yang sebelumnya hanya bisa ditutup dengan menjual aset atau pinjam ke sana-sini, kini bisa diakses dengan lebih manusiawi.
“Dengan teknologi dan tenaga medis tersedia di dalam negeri, kita bisa kurangi biaya tanpa kurangi kualitas,” ujar Hans.
Langkah ini juga mendukung program pemerintah untuk mengembangkan medical tourism domestik, sekaligus mengurangi capital outflow dari sektor kesehatan yang mencapai triliunan rupiah per tahun akibat warga berobat ke luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KERJA-SAMA-STRATEGIS-Foto-bersama-usai-penandatanganan.jpg)