Senin, 1 September 2025

Kanker Paru Bisa Dicegah dan Dikendalikan Lewat Perubahan Gaya Hidup, Hindari Faktor Risiko!

Peringatan Hari Kanker Paru-paru Sedunia di Bulan Agustus 2025, jadi momentum penting  sebagai pengingat

|
Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
ISTIMEWA
KANKER PARU - Kanker paru menjadi salah satu kanker dengan insiden dan tingkat kematian tinggi di Indonesia.  Belum ada data baru di 2025. Namun, data Pusat Observasi Global atau GLOBOCAN 2022 menyebutkan Indonesia mencatat lebih dari 34.000 kasus baru kanker paru-paru per tahun. 

TRIBUNEWS.COM, JAKARTA  - Kanker paru menjadi salah satu kanker dengan insiden dan tingkat kematian tinggi di Indonesia. 

Belum ada data baru di 2025. Namun, data Pusat Observasi Global atau GLOBOCAN 2022 menyebutkan Indonesia mencatat lebih dari 34.000 kasus baru kanker paru-paru per tahun.

Mayoritas pasien datang dalam kondisi stadium lanjut.

Peringatan Hari Kanker Paru-paru Sedunia di Bulan Agustus 2025, jadi momentum penting  sebagai pengingat, bahwa bahwa penyakit ini bisa dicegah dan dikendalikan.

"Penyakit ini bisa dicegah dan dikendalikan, jika diketahui sejak awal,” kata dr. Farra Assyifa Rizqy dalam seminar kesehatan bertema “Kenali Kanker Paru Sejak Dini” yang digelar Holywings Peduli, di Helens Night Mart and Party Station Gunawarman, Jakarta Selatan.

Baca juga: Akses Terapi Kanker Paru Masih Tertinggal, CISC Dorong Reformasi Sistem Kesehatan

Dokter Farra Assyifa Rizqy menjelaskan sejumlah faktor risiko utama kanker paru-paru, termasuk kebiasaan merokok, paparan asap rokok pasif, polusi udara, hingga paparan zat kimia berbahaya di lingkungan kerja.

Menurut dia, gejala seperti batuk berkepanjangan, nyeri dada, sesak napas, dan penurunan berat badan tidak boleh diabaikan.

Untuk mencegah kanker paru-paru dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup dengan menghindari faktor risiko. Misalnya menghindari polusi udara.

Strategi pencegahan utama meliputi tidak merokok atau berhenti merokok jika Anda merokok. Kemudian menghindari asap rokok orang lain.

Selanjutnya melakukan tes dan mengurangi kadar radon di rumah, serta mengambil tindakan pencegahan terhadap karsinogen di tempat kerja.

Kanker paru juga bisa dikendalikan melalui deteksi dini melalui skrining dan pengobatan yang tepat.

Bagi individu berisiko tinggi, pemindaian CT dosis rendah tahunan dapat membantu deteksi dini, sehingga secara signifikan meningkatkan hasil pengobatan.

Seminar ini dihadiri lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan yang berasal dari warga kelurahan Selong, Jakarta Selatan.

Tujuan acara, yakni mengedukasi masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker paru-paru, yang saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada pria di Indonesia.

Selain menerima materi edukatif tentang pencegahan kanker paru-paru, peserta juga berkesempatan mengikuti sesi tanya jawab kesehatan di akhir seminar. 

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan