Minggu, 31 Agustus 2025

Kanker Paru Bisa Dicegah dan Dikendalikan Lewat Perubahan Gaya Hidup, Hindari Faktor Risiko!

Peringatan Hari Kanker Paru-paru Sedunia di Bulan Agustus 2025, jadi momentum penting  sebagai pengingat

|
Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
ISTIMEWA
KANKER PARU - Kanker paru menjadi salah satu kanker dengan insiden dan tingkat kematian tinggi di Indonesia.  Belum ada data baru di 2025. Namun, data Pusat Observasi Global atau GLOBOCAN 2022 menyebutkan Indonesia mencatat lebih dari 34.000 kasus baru kanker paru-paru per tahun. 

Nisa (27), peserta seminar, mengaku terbantu dengan adanya edukasi langsung dari ahlinya.

Baca juga: Tak Pernah Merokok, Tapi Anak dan Perempuan Bisa Kena Kanker Paru, Kok Bisa?

“Jujur, saya baru tahu kalau polusi udara saja bisa memicu kanker paru. Biasanya kita hanya fokus pada rokok,” kata Nisa.
 
Menurut WHO, kanker paru-paru menyumbang 1 dari 5 kematian akibat kanker secara global, dan menyebabkan lebih dari 1,8 juta kematian per tahun.

KANKER PARU - Dokter Farra Assyifa Rizqy jadi pembicara dalam Seminar Kesehatan bertema “Kenali Kanker Paru Sejak Dini” di Helens Night Mart and Party Station Gunawarman, Jakarta Selatan. Dalam pemaparannya, ia mengatakan bahwa kanker paru bisa dicegah dan dikendalikan.
KANKER PARU - Dokter Farra Assyifa Rizqy jadi pembicara dalam Seminar Kesehatan bertema “Kenali Kanker Paru Sejak Dini” di Helens Night Mart and Party Station Gunawarman, Jakarta Selatan. Dalam pemaparannya, ia mengatakan bahwa kanker paru bisa dicegah dan dikendalikan. (IST)

Oleh karena itu, momentum Hari Kanker Paru-paru Sedunia diharapkan dapat menjadi pengingat untuk memperkuat upaya preventif, seperti berhenti merokok, mengenakan masker di lingkungan polusi tinggi, dan melakukan pemeriksaan medis secara berkala.
  
Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, menyatakan seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam bidang kesehatan masyarakat.

“Kami ingin acara ini membuat warga lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Deteksi dini dapat mencegah kanker paru paru sejak awal,” ujar Andrew Susanto.

Khusus untuk 50 peserta lansia yang datang, mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari tenaga medis RS Siloam Kelapa Dua Tangerang, Banten.

Pemeriksaan meliputi, pengecekan tekanan darah, kolesterol, gula darah, asam urat hingga konsultasi langsung dengan dokter.

Pemeriksaan ini diikuti dengan pemberian vitamin dan obat-obatan sesuai hasil diagnosa.
 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan