Sabtu, 30 Agustus 2025

Mengintip Terapi Elektromagnetik Ala Shinse Rian, Alternatif Modern dalam Pengobatan Tradisional

Pengobatan alternatif di Indonesia terus berkembang, memadukan warisan tradisional dengan pendekatan teknologi modern. 

Editor: Dodi Esvandi
kolase
Shinse Rian, salah satu pelaku atau praktisi pengobatan elektromagnetik. Ia telah melayani ribuan pasien sejak membuka praktiknya pada 2019 di Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pengobatan alternatif di Indonesia terus berkembang, memadukan warisan tradisional dengan pendekatan teknologi modern. 

Salah satu pelaku di bidang ini adalah Shinse Rian, praktisi pengobatan elektromagnetik yang telah melayani ribuan pasien sejak membuka praktiknya pada 2019.

Berbasis di Jakarta, Rian mengembangkan metode yang ia sebut shinse modern atau shimod, yakni kombinasi antara akupunktur tradisional dan terapi elektromagnetik menggunakan mesin buatan Jepang, MEDIC 14000 SX. 

Ia menangani berbagai keluhan kesehatan, mulai dari stroke, syaraf kejepit, prostat, diabetes, hingga program kehamilan.

“Pengobatan saya tidak langsung memberikan obat herbal. Saya analisa dulu kondisi pasien, baru saya tentukan apakah perlu obat atau cukup dengan terapi dan perubahan pola makan,” ujar Rian.

Rian mempelajari teknik sinse selama 17 tahun di Singapura, termasuk anatomi tubuh dan teknik pijat. 

Ia kembali ke Indonesia karena dorongan pribadi dan latar belakang keluarganya yang juga berkecimpung dalam dunia pengobatan tradisional. 

Menurutnya, terapi elektromagnetik dapat membantu tubuh mengaktifkan kembali fungsi-fungsi yang terganggu.

Proses terapi dimulai dengan deteksi titik penyakit menggunakan alat elektromagnetik, dilanjutkan dengan akupunktur untuk membuka syaraf yang bermasalah. 

Pasien biasanya merasakan sensasi seperti disetrum ringan di area tertentu, dan tubuh akan terasa lebih rileks setelah sesi terapi.

Baca juga: Akses Terapi Kanker Paru Masih Tertinggal, CISC Dorong Reformasi Sistem Kesehatan

Terapi elektromagnetik sendiri bukan hal baru dalam dunia medis. 

Medan magnet telah digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka, mengurangi nyeri, dan memperbaiki jaringan tulang. 

Jenis terapi ini meliputi medan magnet statis, medan elektromagnetik berdenyut (PEMF), dan gelombang frekuensi rendah.

Rian menyebut bahwa sebagian besar pasien yang datang mengalami masalah seperti stroke, insomnia, diabetes, dan gangguan prostat. 

Ia mengklaim, beberapa pasien menunjukkan hasil signifikan dalam waktu singkat. 

Misalnya, seorang pasien diabetes dengan kadar gula 500 yang turun menjadi 120 dalam dua minggu, serta pasien stroke yang membaik setelah tiga hari terapi.

Untuk program kehamilan, Rian melakukan pemeriksaan awal untuk menentukan siapa yang perlu menjalani terapi. 

“Kalau yang bermasalah suaminya, ya suaminya saja yang diterapi. Tidak perlu keduanya,” jelasnya.

Praktik Shinse Modern tersedia di dua lokasi: Glodok Pancoran Kota dan Apartemen Royal Mediterania Garden Residences, Central Park. 

Layanan dibuka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 18.00.

Meski pendekatannya masih tergolong alternatif, Rian menyatakan bahwa banyak pasien yang kembali atau merekomendasikan keluarganya. 

“Yang datang ke sini beragam, dari ibu rumah tangga sampai pejabat. Saya senang bisa membantu mereka merasa lebih sehat,” tutupnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan