Jumat, 17 April 2026

Rokok Ilegal

Murah di Dompet, Mahal di Paru-Paru: Rokok Ilegal Jadi Siasat Bertahan

Rokok ilegal jadi siasat akhir bulan. Murah di dompet, tapi kandungannya tak terpantau dan risikonya lebih berbahaya bagi paru-paru.

|
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
ROKOK ILEGAL – Pedagang rokok ilegal menjajakan sejumlah bungkus rokok dagangannya di kawasan Jakarta Barat, Selasa (14/10/2025). Lapak terbuka ini menjadi bagian dari sistem distribusi yang disebut pedagang menghasilkan untung hingga Rp60 juta per bulan, dengan dugaan setoran ke oknum aparat untuk menghindari razia. 

Ia menambahkan, rokok tanpa cukai tidak melalui proses uji laboratorium yang ketat, sehingga potensi zat berbahaya di dalamnya lebih tinggi dibandingkan rokok legal yang telah terdaftar dan diawasi.

Baca juga: PBHI: Kebijakan Pemerintah yang Didominasi Industri Rokok Mengancam Hak Kesehatan Warga

 
Ciri-Ciri Rokok Ilegal Menurut Bea Cukai

ROKOK ILEGAL - Tangkap layar beberapa produk rokok ilegal yang muncul saat pencarian tempat pensil di salah satu marketplace pada Selasa (14/10/2025). Temuan ini menguatkan dugaan adanya penyamaran sistematis dalam etalase digital penjualan rokok tanpa cukai.
ROKOK ILEGAL - Tangkap layar beberapa produk rokok ilegal yang muncul saat pencarian tempat pensil di salah satu marketplace pada Selasa (14/10/2025). Temuan ini menguatkan dugaan adanya penyamaran sistematis dalam etalase digital penjualan rokok tanpa cukai. (marketplace)

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjelaskan bahwa rokok ilegal umumnya memiliki lima karakteristik utama:

  1. Tanpa pita cukai (rokok polos)
  2. Menggunakan pita cukai palsu
  3. Memakai pita cukai bekas
  4. Salah peruntukan
  5. Salah personalisasi

Pita cukai resmi memiliki desain khusus dan dilengkapi fitur sekuriti seperti hologram yang dapat diverifikasi menggunakan sinar ultraviolet (UV).

Bea Cukai mengimbau masyarakat untuk lebih teliti sebelum membeli produk tembakau, serta segera melaporkan jika menemukan rokok ilegal beredar di pasaran.

 
Murah Sekarang, Mahal Kemudian

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan rokok bukan hanya soal harga, tetapi juga soal akses, regulasi, dan kesadaran konsumen terhadap risiko jangka panjang.

Di tengah tekanan ekonomi dan gaya hidup sosial, rokok ilegal menjadi pelarian yang murah—namun mahal dalam dampaknya.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved