Hati-Hati, RSV Bisa Picu Gagal Jantung hingga Serangan Jantung pada Lansia
Di tengah meningkatnya kasus penyakit saluran napas, Respiratory Syncytial Virus (RSV) kembali menjadi sorotan dunia medis.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Respiratory Syncytial Virus (RSV) kembali menjadi sorotan dunia medis.
- Virus ini lebih populer sebagai penyebab infeksi pada bayi.
- Padahal risikonya bagi lansia justru jauh lebih besar dan sering terlewatkan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah meningkatnya kasus penyakit saluran napas, Respiratory Syncytial Virus (RSV) kembali menjadi sorotan dunia medis.
Selama ini virus ini lebih populer sebagai penyebab infeksi pada bayi, padahal risikonya bagi lansia justru jauh lebih besar dan sering terlewatkan.
Baca juga: Bayi Prematur Lebih Rentan Diserang RSV, Bisa Picu Asma dan Gangguan Tumbuh Kembang
Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus anggota Technical Advisory Group on Access, Watch, and Reserve (AWaRe) World Health Organization (WHO), dr. Robert Sinto, SpPD, K-PTI, DPhil, FINASIM, FHEA, menekankan bahwa isu lansia dan RSV perlu mendapat perhatian khusus.
“Pertama adalah risikonya, kemudian komplikasinya, dan yang ketiga adalah pencegahannya,” ujarnya dalam Sahabat Peduli Journalist Club Edisi ke-3 oleh Pfizer bertajuk “Menjaga Napas di Usia Senja: Mengulik Bahaya RSV Pada Lansia dan Cara Mencegahnya”, Rabu (3/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa memahami RSV tidak cukup hanya melihat kondisi saat pasien terinfeksi.
Tetapi juga bagaimana konsekuensi jangka panjang dapat memengaruhi kualitas hidup, terutama pada usia lanjut.
RSV di Dunia: 3–7 Persen Orang Bisa Terinfeksi dalam Waktu yang Sama
RSV bukan virus yang langka. Secara global, penelitian menunjukkan bahwa 3–7 persen populasi bisa terinfeksi pada waktu yang sama.
Pada kelompok berisiko tinggi seperti lansia atau orang dewasa dengan penyakit tertentu, angkanya bahkan mencapai 4–10 persen.
Baca juga: Napas Anak Sering Grok-grok Saat Flu? Begini Teknik Cuci Hidung yang Benar dan Aman
“Jadi misalnya saya mengumpulkan 100 orang, maka akan ada 3–7 persen orang yang akan terinfeksi oleh RSV ini,” jelas dr. Robert.
Masalahnya, sebagian besar kasus tidak terdeteksi karena gejalanya kerap dianggap flu biasa.
Padahal sekitar 17–28 persen pasien justru akan mencari pertolongan medis, 4–10 persen berakhir dirawat inap, dan 6–15 persen masuk ICU.
Dari kelompok pasien ICU, 1–10 persen meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-sesak-napas.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.