Hati-Hati, RSV Bisa Picu Gagal Jantung hingga Serangan Jantung pada Lansia
Di tengah meningkatnya kasus penyakit saluran napas, Respiratory Syncytial Virus (RSV) kembali menjadi sorotan dunia medis.
2. Kekambuhan penyakit paru
Pada lansia dengan PPOK atau penyakit paru kronis, RSV dapat memicu kekambuhan yang lebih berat.
3. Penurunan fungsi fisik dan stamina
Pasien sering mengalami kelelahan panjang, sesak napas, hingga penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.
4. Serangan jantung dan komplikasi kardiovaskular lain
RSV terbukti mampu menstimulasi peradangan yang meningkatkan risiko kejadian jantung.
Ini menunjukkan bahwa bagi lansia, RSV bukan hanya infeksi harian, melainkan pemicu rangkaian gangguan kesehatan yang berkepanjangan.
Mengapa Risiko Lansia Berlipat?
Selain perubahan fisiologis alami karena penuaan, dr. Robert menjelaskan bahwa lansia lebih mudah mengalami:
Penurunan kekuatan otot napas
Penurunan respons imun
Kesulitan mempertahankan kebutuhan nutrisi saat sakit
Ketergantungan terhadap obat harian yang rentan terputus saat infeksi
Kondisi kecil seperti kehilangan nafsu makan bisa membuat lansia harus dirawat.
“Orang tua kalau terkena infeksi yang bahkan ringan, nafsu makan turun, nanti harus masuk ke rumah sakitnya karena nafsu makan tersebut… dan itu yang membuat dia jadi masuk ke rumah sakit,” jelas dr. Robert.
*Deteksi Dini Masih Jadi Tantangan Besar di Indonesia*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-sesak-napas.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.