Minggu, 11 Januari 2026

Hati-Hati, RSV Bisa Picu Gagal Jantung hingga Serangan Jantung pada Lansia

Di tengah meningkatnya kasus penyakit saluran napas, Respiratory Syncytial Virus (RSV) kembali menjadi sorotan dunia medis. 

dok. Nakita/Ipoel
ILUSTRASI SESAK NAPAS - BAGI jutaan orang, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau naik tangga bisa menjadi perjuangan berat akibat sesak napas yang membatasi ruang gerak mereka. Di tengah meningkatnya kasus penyakit saluran napas, Respiratory Syncytial Virus (RSV) kembali menjadi sorotan dunia medis.  

2. Kekambuhan penyakit paru

Pada lansia dengan PPOK atau penyakit paru kronis, RSV dapat memicu kekambuhan yang lebih berat.

3. Penurunan fungsi fisik dan stamina

Pasien sering mengalami kelelahan panjang, sesak napas, hingga penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.

4. Serangan jantung dan komplikasi kardiovaskular lain

RSV terbukti mampu menstimulasi peradangan yang meningkatkan risiko kejadian jantung.

Ini menunjukkan bahwa bagi lansia, RSV bukan hanya infeksi harian, melainkan pemicu rangkaian gangguan kesehatan yang berkepanjangan.


Mengapa Risiko Lansia Berlipat?

Selain perubahan fisiologis alami karena penuaan, dr. Robert menjelaskan bahwa lansia lebih mudah mengalami:

Penurunan kekuatan otot napas

Penurunan respons imun

Kesulitan mempertahankan kebutuhan nutrisi saat sakit

Ketergantungan terhadap obat harian yang rentan terputus saat infeksi


Kondisi kecil seperti kehilangan nafsu makan bisa membuat lansia harus dirawat.

“Orang tua kalau terkena infeksi yang bahkan ringan, nafsu makan turun, nanti harus masuk ke rumah sakitnya karena nafsu makan tersebut… dan itu yang membuat dia jadi masuk ke rumah sakit,” jelas dr. Robert.


*Deteksi Dini Masih Jadi Tantangan Besar di Indonesia*

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved