Waspada Super Flu! IDAI Ingatkan Risiko Tinggi pada Anak, Ini Gejala dan Pencegahannya
Sebagai pencegahan utama, IDAI kembali menekankan pentingnya imunisasi influenza. Anak usia enam bulan ke atas dianjurkan untuk mendapatkan vaksin flu
Ringkasan Berita:
- Prinsip pencegahan penyakit menular sejatinya tidak berubah dan harus kembali diperkuat di masyarakat.
- IDAI kembali menekankan pentingnya imunisasi influenza. Anak usia enam bulan ke atas dianjurkan untuk mendapatkan vaksin
- Sementara itu, perlindungan bagi bayi di bawah usia enam bulan dapat dilakukan melalui imunisasi pada ibu saat masa kehamilan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Belakangan ini, istilah “Super Flu” ramai diperbincangkan di dunia medis dan masyarakat luas. Istilah tersebut mencuat seiring munculnya varian influenza baru yang dikenal sebagai Subclade K yang dilaporkan mendominasi kasus flu di sejumlah negara seperti Inggris, Jepang, hingga beberapa wilayah di Amerika Serikat. Kondisi ini pun memicu kewaspadaan global, termasuk di Indonesia, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dengan penyakit penyerta.
Baca juga: Epidemiolog Sebut Influenza A H3N2 Subklade K Lebih Mudah Menular, Bukan Virus Baru
Menyikapi fenomena tersebut, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa meskipun varian ini masih terus dikaji lebih lanjut oleh para ahli, prinsip pencegahan penyakit menular sejatinya tidak berubah dan harus kembali diperkuat di masyarakat.
“Pada prinsipnya, setiap penyakit menular, hal pertama yang harus kita kerjakan adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujar dr Piprim dalam media briefing virtual yang diselenggarakan IDAI, Senin (29/12/2025).
Ia menambahkan, pengalaman panjang masyarakat Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 seharusnya menjadi bekal penting dalam menghadapi ancaman penyakit menular baru. Kebiasaan mencuci tangan dengan benar, menggunakan masker saat sakit, serta menghindari kerumunan ketika kondisi tubuh tidak fit kembali menjadi langkah dasar yang sangat relevan, terutama di tengah musim penularan seperti saat ini.
Menurut dr Piprim, risiko penyebaran influenza, termasuk tipe A, semakin meningkat akibat kondisi cuaca dan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Musim hujan yang disertai banjir dan bencana di daerah seperti Sumatera dan Kalimantan Selatan menciptakan lingkungan yang rentan terhadap penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan.
Situasi tersebut, kata dia, tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, penularan influenza di tengah kondisi darurat bencana dapat memperburuk situasi kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Ancaman terbesar dari influenza A, termasuk varian terbaru, berada pada anak-anak dengan penyakit penyerta atau komorbid. Menurut dr Piprim, kelompok ini memiliki risiko mengalami gejala lebih berat dibandingkan anak sehat.
“Pada anak-anak, influenza tipe A ini bisa sangat berbahaya, terutama jika mengenai anak dengan komorbid,” ujarnya.
Baca juga: Lonjakan Kasus Flu Varian Baru Terjadi di AS, Kemenkes Ungkap Situasi Influenza di Indonesia
Komorbid yang dimaksud antara lain asma, penyakit paru kronik, penyakit jantung bawaan, hingga penyakit akibat gaya hidup yang kini semakin banyak ditemukan pada anak, seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik lainnya.
Pada kondisi tersebut, infeksi influenza dapat berkembang menjadi komplikasi serius, bahkan meningkatkan risiko fatal apabila tidak ditangani secara optimal.
Imunisasi Influenza
Sebagai langkah pencegahan utama, IDAI kembali menekankan pentingnya imunisasi influenza. Anak usia enam bulan ke atas dianjurkan untuk mendapatkan vaksin influenza secara rutin sesuai rekomendasi medis.
Sementara itu, perlindungan bagi bayi di bawah usia enam bulan dapat dilakukan melalui imunisasi pada ibu saat masa kehamilan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-sakit-flu2.jpg)