GERD Tak Mengenal Usia, Ini Tanda Bahaya dan Risiko Serius Jika Diabaikan
GERD terjadi karena pola makan yang kurang tepat. Bahkan pada anak sering juga ditemukan kasus gerd. Dan bisa dialami siapa saja tanpa pandang usia.
Ringkasan Berita:
- Dokter spesialis penyakit dalam Prof dr Ari Fahrial Syam mengatakan, penyakit ini bisa terjadi pada semua umur
- Gejala umum dari gerd berupa sensasi terbakar di dada atau heartburn, yang menjalar ke leher serta mulut terasa asam atau pahit
- Meski dampaknya luar biasa, gerd tidak secara langsung menyebabkan kematian
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selebgram Lula Lahfah meninggal dunia pada Jumat (23/1) di apartemennya di Jakarta Selatan.
Kematian perempuan berusia 26 tahun ini dikaitkan dengan riwayat penyakit yang ia alami diantaranya, gerd atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Gerd adalah kondisi dimana asam lambung naik ke kerongkongan.
Dokter spesialis penyakit dalam Prof. DR. dr. Ari Fahrial Syam mengatakan, penyakit ini bisa terjadi pada semua umur.
Hal ini terjadi karena pola makan yang kurang tepat. Bahkan pada anak sering juga ditemukan kasus gerd.
“Pada umumnya memang usia-usia produktif 20-40 tahun,” kata dia saat dihubungi, Senin (26/1/2026).
Baca juga: GERD Disorot Usai Lula Lahfah Meninggal, Benarkah Bisa Picu Kematian dan Menyerang Organ Lain?
Baca juga: Dokter Kardiologi Dicemooh Usai Tegaskan GERD Tak Picu Serangan Jantung, Dokter Tirta Murka
Adapun gejala umum dari gerd berupa sensasi terbakar di dada atau heartburn, yang menjalar ke leher serta mulut terasa asam atau pahit.
Guru besar FKUI ini mengungkapkan, tanda bahaya saat mengalami gerd. Pertama, muntah-muntah hebat hingga muntah darah, berat badan turun. BAB-nya hitam karena terjadi perdarahan.
Semua itu kondisi yang harus memerlukan tindakan yang serius. Pasien tidak boleh menunda pemeriksaan karena bisa menandakan komplikasi berat.
Prof Ari menjelaskan, penyakit Gerd tidak sama dengan maag biasa. Keduanya memiliki perbedaan baik gejala maupun penyebab. Maag merupakan kondisi yang menandakan adanya masalah di lambung. Sementara, gerd adalah penyakit yang lebih serius.
“Gerd dan maag biasa itu berbeda. Kenapa? karena komplikasi yang serius bisa terjadi pada pasien gerd akibat meningkatnya asam lambung,” ucap Prof Ari.
Dampak gerd tidak hanya terbatas pada rasa perih atau nyeri ulu hati saja.
Gerd yang diabaikan bisa mengakibatkan luka dan peradangan pada kerongkongan, penyempitan kerongkongan, terbentuk lesi-lesi prakanker hingga berkembang menjadi kanker esofagus (kerongkongan) pada sebagian pasien.
“Di satu sisi, asam lambung yang meningkat karena gerd juga bisa menyebabkan gangguan pada organ-organ lain,” ucap Prof Ari.
Misalnya di telinga berdenging, hidung merasa ingin dibersihkan dan gangguan sinus, suara serak akibat iritasi pita suara bahkan gangguan saluran pernapasan di paru-paru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Lambung-8.jpg)