Selasa, 19 Mei 2026

Kisah Lubna, Penyintas Kanker Nasofaring yang Penyakitnya Kambuh Lagi Meski Hidup Sehat

Inilah fase paling berat yang dialami Lubna Hasan Syihab, penyintas kanker nasofaring yang pertama kali didiagnosis pada 2008.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Hasil olah kecerdasan buatan Copilot
ILUSTRASI KANKER NASOFARING - Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI), Minggu (14/9/2025), Gambar ini menunjukkan bagian wajah manusia dengan fokus pada hidung dan struktur internal di baliknya, termasuk rongga hidung, mulut, dan area nasofaring. Di sana tampak jelas massa kanker berwarna kemerahan di bagian belakang rongga hidung, yang ditandai dengan label “Nasopharyngeal cancer”. 

Ringkasan Berita:
  • Kanker nasofaring yang Lubna alami tergolong slow growing dan low grade, pertumbuhannya lambat dan jarang menyebar jauh. Namun, mudah kambuh
  • Tahun 2022, Lubna dinyatakan bersih. Complete remission. Hidup terasa kembali normal. Ia juga menjalani hidup sehat
  • Lubna merasa sudah melakukan semuanya dengan benar, namun penyakitnya kambuh

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sudah jaga makan, sudah olahraga, sudah istirahat cukup, sudah kontrol rutin, tapi kanker tetap kambuh.

Inilah fase paling berat yang dialami Lubna Hasan Syihab, penyintas kanker nasofaring yang pertama kali didiagnosis pada 2008 saat usianya baru 27 tahun.

Awalnya, ia mengalami pendarahan hebat dari hidung dan mulut. Bukan mimisan biasa.

“Jadi 2008 itu saya mengalami pendarahan parah dari hidung dan mulut. Itu bukan kayak orang mimisan, tapi lebih kalau kayak keran dibuka,"ungkapnya dalam Lets talk Live dalam Rangka World Cancer Day di akun instagram @rscm.kencana

Lubna dioperasi. Ia sempat lega. Namun hasil patologi menyatakan kanker nasofaring. Sejak saat itu, hidupnya berubah.

Ia menjalani operasi berulang kali, radioterapi, hingga kemoterapi lima kali. 

Baca juga: Peluang Sembuh Kanker Nasofaring, Asal Cepat Terdeteksi

Jenis kanker yang ia alami tergolong slow growing dan low grade, pertumbuhannya lambat dan jarang menyebar jauh. 

Namun ada satu sisi yang menyakitkan, mudah kambuh.

Tahun 2022, ia sempat dinyatakan bersih. Complete remission. Hidup terasa kembali normal.

Ia tidak sembrono. Ia disiplin kontrol. Ia menjaga pola hidup sehat lebih ketat dari sebelumnya. Namun pada 2025, kanker itu kembali. Dan di titik ini mentalnya runtuh.

“Saya kan udah berusaha banget menjalani pola hidup sehatnya. Dari makanannya, olahraganya, istirahatnya, semua itu diperhatikan banget. Sempat sedih juga, sempat nangis juga,"lanjutnya. 

Kalimat itu sederhana, tapi menyimpan luka besar. Karena yang runtuh bukan hanya kesehatan, tapi harapan.

Lubna merasa sudah melakukan semuanya dengan benar. Tapi kenyataan tetap datang tanpa kompromi.

Ia mengaku ada fase menelepon kakak, adik, menangis, meluapkan emosi. Ada rasa lelah yang tidak terlihat. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved