Wabah Campak
Libur Lebaran Rawan Penularan Campak, Dokter Anak Ingatkan Bayi yang Belum Divaksin Rentan
Para orang tua juga perlu lebih waspada terhadap risiko penularan penyakit infeksi pada anak saat libur Lebaran, termasuk campak.
Jika tidak segera ditangani, virus campak bisa menyerang berbagai organ penting dalam tubuh.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia atau radang paru, radang otak, hingga infeksi berat yang menyebar ke seluruh tubuh.
Pada kasus tertentu, kondisi ini bahkan dapat mengancam nyawa anak.
Kenali Gejala Awal Campak pada Anak
Orang tua perlu mengenali gejala awal campak agar dapat segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.
Beberapa gejala yang sering muncul di awal antara lain demam, batuk kering, pilek, lemas, hingga penurunan nafsu makan.
Anak juga bisa mengalami muntah, diare, atau tampak tidak bertenaga.
Beberapa hari setelah gejala awal muncul, biasanya akan terlihat ruam kemerahan di wajah dan leher.
Ruam tersebut kemudian dapat menyebar ke hampir seluruh tubuh.
Ukuran ruam awalnya kecil, tetapi lama-kelamaan dapat menyatu menjadi ruam yang lebih besar.
Jika orang tua menemukan gejala tersebut pada anak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Vaksin Jadi Perlindungan Utama
Sampai saat ini, belum ada obat antivirus khusus untuk mengatasi campak.
Karena itu, penanganan yang dilakukan biasanya bersifat suportif, seperti memberikan istirahat cukup, menjaga asupan cairan dan gizi, serta pemberian vitamin sesuai rekomendasi dokter.
Hal inilah yang membuat pencegahan menjadi sangat penting.
Salah satu cara paling efektif melindungi anak dari campak adalah dengan melengkapi vaksinasi.
“Vaksin menjadi gerbang utama untuk melindungi si kecil dari campak dan komplikasinya,"ungkap dr Caessar pada keterangannya, Selasa (10/3/2026).