Wabah Campak
Libur Lebaran Rawan Penularan Campak, Dokter Anak Ingatkan Bayi yang Belum Divaksin Rentan
Para orang tua juga perlu lebih waspada terhadap risiko penularan penyakit infeksi pada anak saat libur Lebaran, termasuk campak.
Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin MR pertama diberikan pada usia 9 bulan.
Kemudian dosis kedua diberikan pada usia 15 hingga 18 bulan, dan dosis ketiga saat anak berusia 5 hingga 7 tahun.
Jika anak belum mendapatkan vaksin MR hingga usia 12 bulan, vaksin tetap bisa diberikan dengan penyesuaian jadwal sesuai rekomendasi dokter.
Pentingnya Kekebalan Kelompok
Sayangnya, masih ada sebagian orang tua yang menolak vaksinasi karena berbagai alasan.
Padahal, rendahnya cakupan imunisasi dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit di masyarakat.
Satu anak yang tidak divaksinasi bahkan dapat menularkan virus kepada banyak orang yang belum memiliki kekebalan.
“Satu anak yang tidak divaksinasi dapat menulari hampir semua orang di sekitarnya yang belum memiliki kekebalan,"imbuhnya.
Kondisi ini sangat berbahaya bagi bayi di bawah usia 9 bulan yang belum cukup umur untuk menerima vaksin.
Bayi pada usia ini hanya dapat terlindungi jika lingkungan di sekitarnya memiliki kekebalan yang cukup melalui vaksinasi.
Konsep ini dikenal sebagai kekebalan kelompok atau herd immunity.
Peran Penting Orang Tua Melindungi Anak
Bagi bayi yang belum mencapai usia vaksinasi, orang tua perlu lebih berhati-hati dalam menjaga lingkungan sekitar anak.
Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko penularan.
Misalnya dengan menggunakan masker saat bepergian, rajin mencuci tangan sebelum menyentuh bayi, serta menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
Selain itu, menjaga daya tahan tubuh anak juga penting, terutama saat musim pancaroba ketika infeksi virus lebih mudah menyebar.
Dengan kesadaran bersama untuk melengkapi vaksinasi dan menjaga kesehatan anak, risiko penyebaran campak dapat ditekan.
“Campak lebih berbahaya jika dialami oleh bayi karena imunitas tubuhnya belum sempurna seperti orang dewasa,"sambungnya.
Karena itu, memastikan vaksinasi anak terpenuhi menjadi langkah penting untuk melindungi generasi masa depan dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah ini.
(Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi)