Jumat, 10 April 2026

Izin Vaksin Campak Dewasa Terbit, Kemenkes Sasar Puluhan Ribu Nakes dan Dokter Internship

Langkah ini menandai babak baru dalam strategi imunisasi nasional yang selama ini lebih berfokus pada anak-anak terutama cegah penyebaran pada dewasa.

Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
VAKSIN CAMPAK - Kementerian Kesehatan menyatakan siap melaksanakan program vaksinasi campak (MR) bagi kelompok dewasa berisiko tinggi. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI, Lucia Rizka Andalusia di kantor BPOM RI, Johor Baru, Jakarta Pusat, Rabu (8/4), mengatakan, vaksinasi campak dewasa diprioritaskan pada tenaga medis (named) dan tenaga kesehatan (nakes), termasuk dokter magang atau internship. 
Ringkasan Berita:
  • Selama ini program imunisasi campak di Indonesia terbukti efektif menekan angka kasus secara signifikan.
  • BPOM secara resmi menetapkan persetujuan penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma untuk kelompok usia dewasa berisiko tinggi.
  • perubahan pola penyebaran penyakit membuat kelompok dewasa kini juga menjadi perhatian penting dalam upaya pencegahan yang lebih komprehensif.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah mulai memperluas cakupan perlindungan terhadap penyakit campak dengan menyasar kelompok usia dewasa berisiko tinggi, menyusul terbitnya izin penggunaan vaksin produksi dalam negeri oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca juga: Pemkot Tangsel Ajak Warga Sukseskan ORI Campak, Targetkan 109 Ribu Anak

Langkah ini menandai babak baru dalam strategi imunisasi nasional yang selama ini lebih berfokus pada anak-anak, seiring meningkatnya perhatian terhadap dinamika penyebaran campak di kalangan orang dewasa.

Setelah izin tersebut diterbitkan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan kesiapan pelaksanaan program vaksinasi campak-rubella (MR) bagi kelompok dewasa dengan risiko tinggi terpapar virus.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Lucia Rizka Andalusia, mengungkapkan bahwa prioritas vaksinasi akan diberikan kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan, termasuk dokter yang tengah menjalani masa internship.

Menurutnya, program ini akan menjangkau sekitar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan angka kasus campak tertinggi. Selain itu, sebanyak 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani internship juga akan masuk dalam sasaran vaksinasi.

“Ini yang akan menjadi prioritas utama,” ujar Rizka saat ditemui di kantor BPOM RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Dari sisi kesiapan logistik, Kemenkes memastikan stok vaksin dalam kondisi aman. Saat ini, tersedia sekitar 9,8 juta dosis vaksin campak atau MR yang telah didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia—jumlah yang diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga 5,5 bulan ke depan.

“Jadi saat ini kondisi ketersediaan vaksin lebih dari cukup,” tegasnya.

Baca juga: Pemerintah Diminta Tak Lengah Meski Terjadi Penurunan Kasus Campak Sebesar 93 Persen

Dalam waktu dekat, pemerintah akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi, khususnya bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan penyakit menular.

Kemenkes juga menyampaikan apresiasi kepada BPOM atas persetujuan penambahan indikasi vaksin campak untuk usia dewasa. Sebelumnya, vaksin campak produksi dalam negeri oleh PT Bio Farma lebih difokuskan untuk kelompok anak.

Perluasan ini melengkapi kebijakan sebelumnya, di mana BPOM telah lebih dulu menyetujui penggunaan vaksin kombinasi MMR produksi perusahaan global seperti GlaxoSmithKline dan Merck & Co. untuk kelompok dewasa.

Selama ini, program imunisasi campak di Indonesia terbukti efektif menekan angka kasus secara signifikan. Namun, perubahan pola penyebaran penyakit membuat kelompok dewasa kini juga menjadi perhatian penting dalam upaya pencegahan yang lebih komprehensif.

Baca juga: BPOM RI Umumkan Vaksin Campak Produksi Bio Farma Kini Bisa Digunakan untuk Dewasa

Terhitung sejak 7 April 2026, BPOM secara resmi menetapkan persetujuan penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma untuk kelompok usia dewasa berisiko tinggi, membuka jalan bagi perluasan perlindungan kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved