Karbohidrat dan Kolesterol: Bisa Baik, Bisa Buruk, Tergantung Jenisnya
Para ahli gizi menekankan bahwa dampak makanan terhadap kolesterol bergantung pada pola makan secara keseluruhan, bukan hanya satu jenis makanan
Konsumsi beragam makanan sehat jantung. Kombinasi biji-bijian utuh kaya serat, kacang-kacangan, buah, sayuran, protein tanpa lemak, dan lemak sehat terbukti paling berdampak pada kadar kolesterol.
Tetap aktif bergerak. Olahraga rutin membantu menurunkan trigliserida, meningkatkan HDL (kolesterol baik), serta mendukung manajemen berat badan dan sensitivitas insulin.
Perbanyak minum air. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hidrasi yang cukup dikaitkan dengan kadar HDL yang lebih tinggi.
Periksa lipoprotein(a). Lipid yang dipengaruhi genetik ini kurang responsif terhadap perubahan pola makan, sehingga mungkin memerlukan dukungan lain seperti statin.
Fokus pada konsistensi, bukan angka tertentu. Genetik dan metabolisme memengaruhi "titik acuan" LDL setiap orang. Dalam praktik klinis, seorang pasien bisa menurunkan LDL sebesar 70 mg/dL dalam tiga bulan, sementara orang lain hanya 30 mg/dL dengan diet yang sama.
Karbohidrat bisa berdampak baik maupun buruk pada kolesterol — tergantung jenis mana yang lebih sering Anda konsumsi. Namun karbohidrat saja tidak akan menyebabkan kadar kolesterol yang tidak sehat. "Dampak nutrisi pada kolesterol lebih tentang pola makan secara keseluruhan, bukan hanya satu makanan," kata Haire. Lebih efektif untuk melihat diet Anda secara holistik dan mempertimbangkan faktor gaya hidup lainnya seperti olahraga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/GIZI-DAN-KESEHATAN-Ilustrasi-makanan-ce.jpg)