Varian Baru Covid-19 Muncul di Sejumlah Negara, Namanya Cicada
Vaksin Covid sepertinya kurang efektif dalam melindungi dari varian Cicada karena mutasinya yang tinggi tersebut.
Namun, akses ke vaksin "booster" terbaru, yang telah dimodifikasi untuk melindungi dari galur yang paling anyar, belum merata secara global.
Perusahaan farmasi kemungkinan hanya akan mengembangkan vaksin versi baru yang secara khusus menargetkan Cicada, jika jumlah dan tingkat keparahan kasus meningkat secara drastis, jelas Jones.
Haruskah kita khawatir?
"Kita akan terus melihat varian baru dari virus ini selama manusia masih menghuni planet ini. Kecil kemungkinan SARS‑CoV‑2 akan pernah benar-benar punah," ujar ahli epidemiologi Hunter.
Fakta bahwa kasus varian Cicada meningkat, tidak bisa diartikan bahwa jumlah total kasus Covid‑19 atau kematian juga akan meningkat, katanya.
"Varian akan muncul secara teratur dan berkontribusi pada gelombang infeksi. Namun, angka kematian dan penyakit berat kemungkinan justru menurun," ungkapnya.
Pada Desember, WHO menyatakan tidak ada data yang menunjukkan peningkatan tingkat keparahan, rawat inap, atau kematian yang terkait dengan Cicada. Lembaga ini juga berkata varian ini menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang rendah.
"(Covid‑19) kini menjadi salah satu infeksi pernapasan musiman kita dan orang hanya perlu menyadarinya," kata Jones.
"Jika mereka merasa akan mendapat manfaat dari vaksin, maka sebaiknya mengambilnya."
Namun, kelompok rentan seperti lansia berusia di atas 65 tahun, individu dengan sistem kekebalan terganggu, dan mereka yang memiliki kondisi kronis, berpotensi mengalami sakit parah akibat infeksi Covid‑19.
"Mencari bantuan medis sejak dini penting jika anak Anda memiliki penyakit paru-paru, penyakit jantung, atau defisiensi kekebalan," kata Gupta.
"Namun, bagi sebagian besar anak yang sehat, infeksi ini seharusnya dapat sembuh dengan sendirinya," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-1923.jpg)