Jumat, 15 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Kemenkes dan Pakar Ingatkan PHBS Jadi Kunci Utama Tangkal Ancaman Hantavirus

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinilai menjadi cara paling efektif mengantisipasi ancaman penyakit Hantavirus.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nuryanti
Surya/Ahmad Zaimul Haq
ILUSTRASI PHBS - Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dinilai menjadi cara paling efektif mengantisipasi ancaman penyakit Hantavirus. Meski risiko penularan antarmanusia tergolong rendah, kewaspadaan individu tetap menjadi prioritas utama. 
Ringkasan Berita:
  • PHBS dinilai paling efektif mencegah penularan Hantavirus melalui lingkungan dan hewan pengerat.
  • Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat rutin menjaga sanitasi, kebersihan tangan, serta keamanan pangan.
  • Ahli UNS menegaskan belum tersedia vaksin efektif, sehingga pencegahan menjadi langkah utama.

 

TRIBUNNEWS.COM - Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinilai menjadi cara paling efektif mengantisipasi ancaman penyakit hantavirus.

Meski risiko penularan antarmanusia tergolong rendah, kewaspadaan individu tetap menjadi prioritas utama.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menekankan penerapan PHBS bukan sekadar anjuran, melainkan kewajiban untuk memutus rantai penularan virus yang dibawa oleh hewan pengerat tersebut.

"Imbauan pertama adalah perilaku hidup bersih dan sehat itu wajib. Dengan PHBS, Insya Allah kesehatan kita akan selalu terjaga dan terhindar dari virus apa pun," ujar Widyawati dalam diskusi virtual Overview Tribunnews.com, Rabu (13/5/2026).

Widyawati menguraikan, sejumlah langkah praktis PHBS yang harus dilakukan masyarakat secara rutin, di antaranya:

  • Kebersihan Tangan: Rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.
  • Etika Batuk dan Bersin: Menerapkan etika batuk dan bersin yang benar di ruang publik.
  • Pengendalian Reservoar: Menghindari kontak langsung dengan tikus serta kotoran atau urinnya.
  • Sanitasi Lingkungan: Menutup semua lubang di dalam maupun luar rumah yang bisa menjadi sarang tikus, serta menjaga kebersihan tempat tinggal dan tempat kerja secara rutin.
  • Keamanan Pangan: Menyimpan makanan dan minuman di wadah yang tertutup rapat agar tidak terkontaminasi.

Hal senada diungkapkan ahli imunologi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (FK UNS), Prof. Tonang Dwi Ardyanto, dr., Sp.PK(K), Ph.D..

"Mau virus apa pun itu, langkah pertama adalah PHBS sebagai kuncinya," tegas Tonang pada kesempatan yang sama.

Ia mengatakan, karena Hantavirus menular melalui perantara hewan (rodent), maka kebersihan lingkungan menjadi kunci.

"Mari kita bersama-sama mengendalikan reservoarnya, bersihkan tempat-tempat yang lembab dan tumpukan sampah agar tidak menjadi tempat berkembangnya tikus," lanjutnya.

Lebih lanjut, Tonang mengingatkan hingga saat ini belum ada obat khusus maupun vaksin Hantavirus yang memiliki efektivitas kuat di Indonesia.

Oleh karena itu, pencegahan melalui gaya hidup bersih jauh lebih krusial dibandingkan pengobatan.

Masyarakat yang merasa mengalami gejala tidak nyaman pada tubuh setelah melakukan kontak dengan lingkungan yang tidak bersih diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat demi mendapatkan diagnosis yang akurat.

Baca juga: Thailand Siaga Hantavirus! Pelancong dari Amerika Selatan Wajib Jalani Skrining Ketat

lihat fotoKEWASPADAAN - Kasus virus hanta yang dilaporkan di kapal pesiar internasional dan sejumlah negara menjadi perhatian, termasuk di Indonesia.

 Data kasus Kemenkes RI 2024-2026 ada 23 kasus positif
, 3 Kematian
, tersebar di 9 provinsi
, 2 kasus suspek terbaru
 (DKI Jakarta dan DI Yogyakarta). TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA
KEWASPADAAN - Kasus virus hanta yang dilaporkan di kapal pesiar internasional dan sejumlah negara menjadi perhatian, termasuk di Indonesia. Data kasus Kemenkes RI 2024-2026 ada 23 kasus positif , 3 Kematian , tersebar di 9 provinsi , 2 kasus suspek terbaru (DKI Jakarta dan DI Yogyakarta). TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA

Tentang Hantavirus

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Hantavirus merupakan kelompok besar virus yang menyebar tanpa gejala pada hewan pengerat, pemakan serangga, dan kelelawar, tetapi terkadang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Hantavirus termasuk dalam genus Orthohantavirus, famili Hantaviridae, dan ordo Bunyavirales.

Beberapa jenis hantavirus cenderung menyebabkan penyakit ringan dengan tingkat kesembuhan tinggi.

Namun, ada juga yang dapat menyebabkan penyakit serius dengan tingkat kematian mencapai 30 persen atau lebih.

Infeksi hantavirus pada manusia cukup umum ditemukan di beberapa wilayah Asia, Eropa, dan Amerika Selatan, tetapi lebih jarang terjadi di Amerika Utara.

Mengutip publikasi bersama yang disusun oleh The Center for Food Security & Public Health (CFSPH), Institute for International Cooperation in Animal Biologics (IICAB), Iowa State University, World Organisation for Animal Health, dan USDA yang diterbitkan pada 2018, hingga tahun 2017 terdapat 41 spesies hantavirus yang telah diakui secara resmi.

Namun, masih terdapat perdebatan mengenai virus mana yang layak dikategorikan sebagai spesies berbeda.

Sejumlah virus lain juga telah ditemukan meski belum diklasifikasikan.

Berbagai jenis hantavirus umumnya dikaitkan dengan dua sindrom klinis utama pada manusia, yaitu demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) dan sindrom paru atau kardiopulmoner hantavirus (HPS).

Meski demikian, pembagian tersebut tidak bersifat mutlak. Virus yang biasanya dikaitkan dengan HFRS juga dapat berhubungan dengan HPS, begitu pula sebaliknya.

Beberapa hantavirus tidak diketahui bersifat patogen bagi spesies apa pun.

Mengutip publikasi tersebut, berikut daftar hantavirus yang terutama berasosiasi dengan HPS beserta jenis inangnya:

  1. Andes virus – Oligoryzomys longicaudatus (tikus padi kerdil berekor panjang)
  2. Andes Central Plata virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys nigripes, O. nasutus, O. flavescens
  3. Araraquara virus (varian Andes virus) – Necromys lasiurus
  4. Bermejo virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys chacoensis
  5. Castelo des Sonhos virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys moojeni, O. utiaritensis
  6. Juquitiba virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys nigripes
  7. Lechiguanas virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys flavescens
  8. Maciel virus (varian Andes virus) – Necromys benefactus
  9. Oran virus (varian Andes virus) – Oligoryzomys longicaudatus, O. chacoensis
  10. Paranoa virus – inang belum diketahui
  11. Tunari virus – inang belum diketahui
  12. Bayou virus – Oryzomys palustris (tikus padi)
  13. Black Creek Canal virus – Sigmodon hispidus (tikus kapas)
  14. Cano Delgadito virus – Sigmodon alstoni
  15. Choclo virus – Oligoryzomys fulvescens (tikus padi kerdil fulvous)
  16. Laguna Negra virus – Calomys laucha, Calomys callidus
  17. Muleshoe virus – Sigmodon hispidus (tikus kapas)
  18. Rio Mamore virus – Oligoryzomys microtis (tikus padi kerdil bertelinga kecil)
  19. Anajatuba virus (varian Rio Mamore virus) – Oligoryzomys fornesi
  20. Maripa virus (varian Rio Mamore virus) – inang belum diketahui
  21. Sin Nombre virus – Peromyscus maniculatus (tikus rusa)
  22. Monongahela virus (varian Sin Nombre virus) – Peromyscus maniculatus
  23. New York virus (varian Sin Nombre virus) – Peromyscus maniculatus dan P. leucopus (tikus berkaki putih)

Virus Hanta yang Diketahui atau Diduga Menyebabkan HFRS atau Penyakit Demam Nonspesifik

  1. Amur Soochong virus – Apodemus peninsulae
  2. Bowe virus – Crocidura douceti (Tikus kesturi Doucet)
  3. Dobrava-Belgrade virus – Apodemus flavicollis dan A. ponticus
  4. Saaremaa virus – Apodemus agrarius (tikus lapangan bergaris)
  5. Gou virus – Rattus rattus, R. flavipectus, R. norvegicus, Apodemus sp.
  6. Hantaan virus – Apodemus agrarius
  7. Puumala virus – Myodes glareolus (tikus sawah)
  8. Sangassou virus – Hylomyscus simus (Tikus kayu Afrika)
  9. Seoul virus – Rattus norvegicus, R. rattus, R. flavipectus, R. losea, R. nitidus
  10. Thailand virus – Bandicota indica (tikus bandicoot)
  11. Thottapalayam virus – Suncus murinus (tikus kesturi)
  12. Tula virus – berbagai jenis vole dan lemming
  13. Uluguru virus – Myosorex geata (Tikus Geata)

Beberapa jenis hantavirus tidak bernama. Beberapa hantavirus juga tidak diketahui bersifat patogen bagi spesies apa pun.

Baca juga: Beda dari Flu! Ahli Bongkar Cara Strain Andes Hantavirus Menular Antarmanusia di Kapal MV Hondius

Andes dan Seoul

Saat ini terdapat dua jenis hantavirus yang menjadi perhatian, yaitu virus Andes yang baru-baru ini menyebar di kapal pesiar MV Hondius dan virus Seoul yang ditemukan di Indonesia.

  • Virus Andes di Kapal Pesiar

Mengutip CDC, virus Andes adalah jenis hantavirus yang menyebar melalui hewan pengerat di Amerika Selatan dan juga dapat menular antarmanusia.

Virus ini dapat menyebabkan penyakit pernapasan berat yang disebut Sindrom Paru Hantavirus (HPS).

Virus Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia.

Penularan biasanya terjadi pada orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien, termasuk kontak fisik langsung, berada lama di ruang tertutup atau sempit, serta terpapar cairan tubuh pasien.

Gejala awal HPS akibat virus Andes meliputi:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Nyeri otot, terutama pada paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu

Sekitar setengah dari pasien HPS juga mengalami:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Menggigil
  • Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut

Biasanya, seseorang hanya dapat menularkan virus saat sudah mengalami gejala.

(Tribunnews.com/Wahyu Gilang Putranto/Tiara Shelavie)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved