Senin, 11 Mei 2026

Lebaran 2025

Naskah Khutbah Jumat 4 April 2025: Refleksi Pasca Ramadhan, Perbaiki Diri, dan Tingkatkan Ibadah

Naskah khutbah Jumat 4 April 2025 bulan Syawal 1446 Hijriah, berkaitan dengan refleksi diri setelah meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan lalu.

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM - Inilah naskah khutbah Jumat 4 April 2025 dalam rangka bulan Syawal 1446 Hijriah.

Naskah khutbah Jumat 4 April 2025 dalam artikel ini berkaitan dengan refleksi diri setelah meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan lalu.

Dalam naskah khutbah Jumat 4 April 2025 ini umat Islam diajak muhasabah diri untuk melanjutkan amalan-amalan baik selama Ramadhan kemarin.

Khotib dapat mengajak jamaah pasca Ramadhan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Naskah khutbah Jumat ini dapat dibacakan ketika khutbah salat Jumat pada hari ini, Jumat, 4 April 2025.

Selengkapnya simak contoh khutbah jumat berikut ini, melansir dari laman resmi Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah.

Khutbah Jumat: Refleksi Pasca Ramadhan

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حَمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ.

فَيَاعِبَادَ اللهِ:  أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

وَقَالَ نَبِيُّنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ ، أَمَّا بَعْدُ:

Ma’asyirol muslimin rahimaniyallahu wa iyyakum

Pada hari yang penuh berkah ini, marilah kita bersama-sama menunaikan ibadah Jum’at dengan penuh rasa syukur dan keikhlasan. Di tengah kesibukan dan tantangan hidup, kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul di rumah Allah, mendengarkan nasihat dan petunjuk-Nya. Semoga setiap langkah kita menuju masjid hari ini menjadi amal yang dicintai oleh-Nya, dan semoga hati kita terbuka untuk menerima hikmah yang akan disampaikan.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan berbagai nikmat dan karunia-Nya kepada kita. Nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan untuk beribadah adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Dalam setiap detak jantung kita, terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya yang patut kita syukuri. Mari kita ingat bahwa setiap hari adalah kesempatan baru untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan setiap ibadah yang kita lakukan adalah bentuk rasa syukur kita atas segala nikmat yang telah diberikan.

Di hari yang mulia ini pula, marilah kita mengirimkan sholawat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah menunjukkan jalan kebenaran dan kasih sayang. Setelah bulan Ramadhan yang penuh berkah berlalu, kita diingatkan untuk terus menjaga semangat dan kualitas ibadah kita. Semoga kita tidak hanya menjadi hamba yang taat di bulan suci, tetapi juga di bulan-bulan lainnya. Mari kita renungkan, bagaimana kita bisa membawa semangat. Ramadhan ke dalam kehidupan sehari-hari, agar setiap detik yang kita jalani senantiasa dipenuhi dengan ketaatan dan cinta kepada Allah.

Melalui mimbar ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan jama’ah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT karena ia adalah sebaik-baik bekal untuk menghadap-Nya di hari pembalasan kelak.

Jama’ah jum’at tamu undangan Allah yang berbahagia

Sungguh banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita pasca Ramadhan ini, salah satunya adalah kesempatan untuk tetap istiqamah dalam ibadah. Marilah kita bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala bentuk maksiat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102).

Baca juga: Contoh Teks Khutbah Jumat, Bertema: Menjaga Spirit Ibadah Setelah Bulan Ramadan Usai

Maksud dari ayat ini, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, adalah bahwa “Allah itu ditaati, tidak dimaksiati; Allah itu selalu diingat, tidak dilupakan; Nikmat Allah itu disyukuri, tidak dikufuri.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, jilid 2: halaman 388-389)

Mari kita renungkan, apakah kita telah memenuhi panggilan Allah ini dalam kehidupan sehari-hari kita?

Hadirin jama’ah jum’at rahimaniyallahu wa iyyakum

Muslim yang hakiki adalah mereka yang senantiasa menjaga ketakwaannya sepanjang umurnya. Bulan Ramadhan memang menjadi bulan semangat untuk beramal, namun ingatlah bahwa ketika musim kebaikan itu berakhir, hendaklah bekas jejaknya masih terus ada dalam diri kita. Apakah kita masih melanjutkan amalan-amalan baik yang kita lakukan selama Ramadhan? Atau kita kembali pada kebiasaan lama yang jauh dari nilai-nilai Islam?

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved