Minggu, 12 April 2026

Bacaan Doa

Doa Buka Puasa Qadha Ramadhan, Membuka Pintu Berkah dari Allah SWT

Doa buka puasa qadha Ramadhan dapat membuka pintu berkah dari Allah SWT. Muslim yang berpuasa dianjurkan menyegerakan berbuka jika sudah waktunya.

Editor: Suci BangunDS

Rasulullah bersabda: “Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan,” (HR. Bukhari)

Keberkahan tersebut tidak hanya berupa kekuatan jasmani, tetapi juga pahala dan kebaikan yang Allah Swt limpahkan kepada hamba-Nya yang menjalankan sunah Nabi.

2. Menyegerakan Berbuka Puasa

Menyegerakan berbuka ketika waktu magrib telah tiba termasuk amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. 

Berbuka tepat waktu mencerminkan ketaatan seorang muslim terhadap perintah Allah Swt dan sunnah Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw bersabda: “Jika seseorang berpuasa, hendaknya berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air menyucikan,” (HR. Abu Dawud) 

Kesederhanaan ini mengajarkan bahwa berbuka puasa bukan soal kemewahan, melainkan bentuk syukur dan ketaatan setelah menahan diri sepanjang hari.

3. Membaca Doa Berbuka Puasa

Berdoa saat berbuka puasa menjadi salah satu amalan sunah yang penuh makna. 

Momen berbuka adalah waktu mustajab, di mana doa-doa seorang yang berpuasa memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah Swt.

Doa berbuka umumnya berisi ungkapan rasa syukur atas kekuatan, kesehatan, dan kesempatan yang diberikan Allah hingga puasa dapat ditunaikan. 

4. Mandi Junub Sebelum Terbit Fajar

Bagi seseorang yang berada dalam keadaan junub dan akan melaksanakan puasa, disunahkan untuk segera mandi junub sebelum waktu fajar tiba. 

Hal ini dilakukan agar ibadah puasa dimulai dalam keadaan suci dari hadas besar.

Mandi junub sebelum fajar bukan syarat sah puasa, tetapi sangat dianjurkan demi kesempurnaan ibadah. 

5. Berkata yang Baik-baik

Menjaga lisan selama berpuasa merupakan amalan sunah yang memiliki dampak besar terhadap nilai puasa itu sendiri. 

Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang buruk, menyakitkan, atau tidak bermanfaat.

Ucapan yang tidak terjaga dapat mengurangi bahkan menggugurkan pahala puasa. 

Rasulullah Saw mengajarkan agar orang yang berpuasa senantiasa berkata baik atau memilih diam, sehingga puasanya tidak hanya sah secara lahir, tetapi juga bernilai di sisi Allah Swt.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved